Home / Pendidikan / Saninten,Rambutan Berduri yang Jadi Nama Daerah

Saninten,Rambutan Berduri yang Jadi Nama Daerah

Orang-orang Sunda, sejak dahulu kala kerap kali menggunakan pepohonan sebagai ciri suatu daerah. Tak hanya pepohonan, sungai, danau, atau sumber air lainnya juga sering menjadi awal mula penamaan sebuah daerah.

Seperti kali ini, cerita asal usul Desa Saninten yang masuk wilayah Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Desa ini letaknya tak begitu jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang, jaraknya kira-kira 10 km.Luas desanya, 706,9 hektare yang didominasi dengan hutan seluas 342,9 hektare. Jadi hampir setengah desa ini adalah hutan.

Oleh karena itu, nama desa ini pun diambil dari nama pepohonan yang biasa hidup di hutan di area tersebut yaitu pohon Saninten (Castanopsis argentea)

Dalam bahasa Indonesia Saninten disebut sebagai Kastanye. Penyebutan ini adalah penyerapan dari bahasa Belanda Kastanje

Beberapa temen-temen,mungkin asing ya dengan nama Saninten? tapi kalau saya sebut Chestnuts teman teman terutama yang gemar nonton drama Korea pasti familiar ya.

Maklum, Chestnuts adalah salah satu cemilan favorit di negeri ginseng tersebut. Di Korea, Chestnuts disebut dengan Bam, sedangkan Chestnuts yang sudah dipanggang disebut Gunbam.

Nah yang kelihatan difoto itu adalah buah Saninten yang belum dikupas alias masih menempel pada daging buahnya.

Sekilas, buahnya mirip sekali dengan rambutan, cuma Saninten durinya keras mirip jarum Oleh karena itu sering disebut sebagai rambutan hutan.

Makanya agar aman dan tangan tak tertusuk duri saat mengambil bijinya, orang orang biasa menunggu daging buahnya matang, karena setelah matang daging dan kulit buahnya membuka sendiri dan biji buahnya yang bisa kita konsumsi jatuh ke tanah.
Baru setelah itu, bisa dipungut dan bisa diolah menjadi makanan.

Rasa biji Saninten mirip dengan biji Nangka yang sudah direbus atau kentang yang sudah dipanggang. Di perkotaan biji Saninten ini mahal loh, karena kebanyakan diimpor dari luar negeri.

Tak hanya bijinya yang berguna bagi kehidupan manusia, pohon Saninten yang bentuknya mirip dengan pohon mangga tapi daunnya bergerigi itu dikenal sebagai kayu keras. Kekuatan dan indahnya kayu Pohon Saninten sudah dikenal oleh masyarakat Sunda sejak zaman dahulu, karena dipergunakan untuk membangun rumah atau membuat peralatan rumah tangga.

Dicuplik dari Wikipedia, penyebaran pohon Saninten meliputi kawasan pegunungan di wilayah Banten dan Jawa Barat yang merupakan area yang ditinggali oleh masyarakat suku Sunda.

Oleh karena itu, nama daerah Saninten tak hanya ada di Banten, tapi di sejumlah daerah lain di Indonesia khususnya di Jawa Barat. Di antaranya di Jalan Saninten, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Selain itu ada pula Kampung Saninten di Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

Saking familiarnya masyarakat Sunda dengan pohon Saninten, banyak pantun dalam bahasa Sunda yang menggunakan kata-kata Saninten.

Contohnya : saninten buah saninten dibawa ka parapatan, hapunten abdi hapunten bilih aya kalepatan (Saninten buah Saninten dibawa ke perempatan, maafkan saya bila ada kesalahan-terjemah).

Semoga kedepan, masyarakat lebih mengenal pohon Saninten yang kini mulai langka seiring dengan menyusutnya luas hutan di Banten dan Jawa Barat.(dewi)

Check Also

Pendidikan Sejarah FKIP Untirta Adakan Work Shop Karya Ilmiah

WONGBANTEN.ID, Serang Untuk mempertajam analisis dalam menyusun sebuah karya tulis, Pendidikan Sejarah FKIP Untirta menggelar …

Lolos Ke Final, Atlet Muay Thai Banten Menangis Dipeluk Wagub 

WONGBANTEN.ID. JAYAPURA – Mia Amalia, atlet Muay Thai Provinsi Banten berhasil lolos ke babak final …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *