Home / Lingkungan / Terus Kritisi Aktivitas Pertambangan,Rumah Direktur Eksekutif WALHI NTB Dibakar Orang Tak Dikenal
Mobil milik Direktur Eksekutif Walhi NTB yang diduga dibakar orang tak dikenal Senin dinihari. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif pembakaran. foto: Suara NTB/ist

Terus Kritisi Aktivitas Pertambangan,Rumah Direktur Eksekutif WALHI NTB Dibakar Orang Tak Dikenal

WONGBANTENID,NTB-Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) wilayah Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua (Banusramapa)mengecam tindak kekerasan terhadap para pejuang lingkungan hidup yang setiap tahun meningkat.Aksi kekerasan yang mengancam nyawa dialami Direktur Eksekutif WALHI, Nusa Tenggara Barat (NTB) Murdani di Mataram,Senin (28/1) sekitar pukul 03.00 WITA satu unit mobil yang sedang diparkir dan bagian rumah aktivis lingkungan tersebut dibakar oleh orang yang tidak dikenal.
Api baru bisa dipadamkan setelah 45 menit kebakaran terjadi.

Dalam siaran pers atau rilis bersama WALHI Banusrapama menyatakan kejadian tersebut menjadi preseden buruk (lagi) bagi keselamatan para pejuang lingkungan hidup di Indonesia.

Menurut Murdani, pembakaran rumahnya sangat mungkin terjadi karena aktivitas WALHI NTB yang terus mengkritisi aktivitas pertambangan di propinsi tersebut. Dugaannya dilakukan oleh oknum pengusaha tambang yang bermasalah dan dikritisi oleh WALHI NTB. Apalagi sebelumnya sudah ada ancaman ancaman yang diterima oleh Murdani karena kekritisannya terhadap aktivitas pembangunan yang mengabaikan lingkungan hidup.

Direktur Walhi Bali Made Juli Untung Pratama mengecam kejadian intimidasi aktivis lingkungan hidup dengan cara pembakaran rumah yang dialami oleh Direktur WALHI NTB, karena kejadian tersebut terjadi ditengah komitmen negara untuk melindungi, menghormati dan memenuhi HAM melalui peraturan perundang-undangan yang berkomitmen lewat UU 32 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kami Mengecam kejadian tersebut. Bayangkan, UU HAM dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menjamin HAM setiap warga negara, termasuk aktivis lingkungan hidup. Tetapi masih juga terjadi intimidasi terhadap aktivis lingkungan, apakah negara serius menghormati, melindungi dan memenuhi HAM setiap warga negaranya”, ujarnya.

Lebih lanjut Untung Pratama mendesak agar pelaku kejadian tersebut segera diungkap oleh kepolisian.

“ Kepolisian harus segera mengungkap pelaku pembakaran tersebut. Jika pelakunya tidak sampai terungkap, maka negara tidak memiliki itikad baik untuk melindungi HAM terhadap aktivis lingkungan, dan itu patut dipertanyakan”, tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Direktur Eksekutif WALHI Papua Aish Rumbekwan,dia menyatakan pemerintah harus memastikan tidak ada lagi intimidasi dan kekerasan fisik kepada para pejuang lingkungan hidup di Indonesia.

Senada dengan Aish, Ahmad Rusydi Rasjid mengatakan aparat kepolisian harus segera mengusut tuntas dengan menangkap pelaku dan dalang pembakaran rumah Direktur WALHI NTB.

Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, Direktur Eksekutif WALHI NTT sangat menyayangkan kekerasan ini terjadi.

“ ini membuktikan bahwa banyak pihak yang tidak menyukai aktivitas WALHI sebagai organisasi yang berjuang untuk melindungi lingkungan hidup di Indonesia. Kekerasan ini juga makin mempertegas kondisi bahwa Indonesia belum mampu melindungi para pejuang lingkungan,” ujar Umbu

Tuntutan

Atas kejadian ini, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Region BANUSRAMAPA menyatakan:

1. Mengecam dan mengutuk tindakan kekerasan berbahaya ( Pembakaran rumah) yang dilakukan terhadap Murdani dan keluarga

2. Meminta Kepolisian Republik Indonesia khususnya Kapolda NTB untuk segera mengusut, menangkap dan membawa pelaku dalam pengadilan atas perbuatan tercela yang dilakukan.

3. Meminta Kepolisian Republik Indonesia dan pihak terkait untuk segera melakukan tindakan perlindungan dan pemulihan atas keluarga Murdani dan keluarga serta WALHI NTB dari berbagai upaya tindak kekerasan.

4. Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk segera melakukan tindakan progresif secara kebijakan dan implementasi dalam melindungi warga negara yang melakukan perjuangan untuk keselamatan lingkungan hidup.

Mereka menegaskan kekerasan demi kekerasan yang dialami para pejuang lingkungan hidup di Indonesia tidak akan menyurutkan langkah untuk terus memastikan tumbuhnya pengelolaan lingkungan hidup yang adil dan lestari.(poe)

Check Also

Wali Kota Cilegon:Aksi Mahasiswa Ingatkan Kami Jangan Sampai Seperti yang Kemarin Tertangkap KPK

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Wali Kota Cilegon Helldy Agustian,  menilai wajar aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa dari Ikatan …

Nilai Tukar Petani Banten Tertinggi se-Pulau Jawa

WONGBANTEN.ID,SERANG-Nilai Tukar Petani (NTP)  merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani di Provinsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *