Home / Banten / Positif Membawa Hama Penyakit Hewan Karantina,2 Ekor Sapi Ditahan Karantina Cilegon
Sapi ras Bali asal Bekasi yang akan dikirim ke Ogan Ilir,Sumatera Selatan diperiksa di Kantor BKP Kelas II Cilegon,Jumat (1/2). Foto:BKP Kelas II Cilegon

Positif Membawa Hama Penyakit Hewan Karantina,2 Ekor Sapi Ditahan Karantina Cilegon

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Petugas karantina hewan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon melakukan pengambilan sampel darah untuk uji Rose Bengal Test (RBT) terhadap 64 ekor sapi ras Bali asal Bekasi yang akan dikirim ke Ogan Ilir,Sumatera Selatan.Hasilnya dua ekor sapi potong itu positif.

“Sapi yang akan dikirim ke Sumatera ini kita uji RBT,tujuannya untuk memastikan bahwa sapi sapi tersebut tidak membawa penyakit Brucellosis.Tapi dari hasil uji ditemukan ada 2 ekor yang perlu uji lanjutan,” jelas penanggung jawab laboratorium drh. Lussi,Jumat (1/2).

Petugas BKP Kelas II Cilegon mengambil sampel darah untuk uji Rose Bengal Test (RBT).Hasilnya 2 ekor sapi positif.
Foto:BKP Kelas II Cilegon

Penyakit Brucellosis merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh bakteri genus Brucella. Penyakit ini menginfeksi hewan ternak termasuk sapi dan jenis hewan lain dan bersifat zoonosis yang artinya dapat menular ke manusia.Brucellosis pada sapi dapat menyebabkan abortus, sterilitas, infertilitas, kematian anak sapi dan lahir lemah, oleh karena itu jika melalui uji RBT menunjukkan ada sapi positif terjangkit penyakit Brucellosis maka akan dilakukan tes lanjutan yakni Complement Fixation Test (CFT).

Apabila dalam uji CFT juga menunjukkan positif maka harus dilakukan pemotongan bersyarat dengan organ perut, kelenjar getah bening, organ reproduksi dimusnahkan serta daging dilayukan sekurang-kurangnya 24 jam dari waktu pemotongan.

Selanjutnya 62 ekor sapi yang negatif uji RBT diberikan sertifikat kesehatan hewan, sedangkan 2 ekor akan dilakukan uji CFT lanjutan.

Metode uji RBT merupakan uji cepat deteksi ada tidaknya antibodi terhadap bakteri Brucella sp. Hasil uji laboratorium merupakan alat yang digunakan untuk membantu diagnosa bahwa hewan membawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) atau tidak.(poe)

Check Also

Penuhi Persediaan Jelang Lebaran, PMI Kota Cilegon Ajak Warga “Sedekah” Darah

WONGBANTEN.ID,CILEGON- Untuk memenuhi¬† kebutuhan dan menjaga persediaan darah yang aman ¬†menjelang Hari Raya Idul Fitri …

Pandeglang Raih WTP 5 Kali Berturut-turut, Irna :Ini Hasil Kerja Semua

WONGBANTEN.ID,SERANG- Bupati Pandeglang Irna Narulita menyatakan, opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *