Home / Lingkungan / Bitung, Bambu Unggulan yang Jadi Nama Daerah
Pohon bambu.Foto:Dian Ali Rachman/Fotokita.net

Bitung, Bambu Unggulan yang Jadi Nama Daerah

Sejak dahulu kala, di banyak negara di Asia Tenggara bambu menjadi salah satu bahan baku utama pembuatan rumah maupun perabotan. Soalnya tanaman ini tumbuh subur di Asia, Australia bahkan sampai di Himalaya dan sub Sahara Afrika, Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Tak heran di beberapa lokasi nama jenis-jenis bambu diabadikan sebagai nama sebuah daerah, seperti di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten tepatnya di Kecamatan Cibitung.Kecamatan ini adalah pemekaran dari Kecamatan Cibaliung dengan jumlah desa sebanyak 10 desa yaitu Desa Cikadu, Cikalong, Cikiruh, Citeluk, Kiarajangkung Kiarapayung, Kutakarang, Malangnengah, Manglid, dan Sindangkerta.

Asal mula penamaan kecamatan ini adalah karena di daerah tersebut banyak terdapat Awi Bitung (bahasa Sunda ) atau Bambu Petung ( Bahasa Indonesia ) dan tumbuh di aliran sungai/ air ( Cai/Ci dalam Bahasa Sunda )

Bambu jenis ini dikenal luas di seluruh wilayah nusantara karena keunggulannya. Orang Aceh menyebutnya sebagai trieng betong, orang Jawa menyebutnya sebagai pring petung orang Madura menyebutnya sebagai pereng petong, sedangkan orang Bugis menyebutnya sebagai Awo petung, dan orang Banda menyebutnya sebagai bambu Swanggi.

Dalam bahasa Inggris disebut sebagai rough bamboo atau giant bamboo lantaran diameter pohon yg besar serta kekuatan bambu jenis ini layak diacungi jempol.

Bambu jenis ini memiliki ukuran buluh antara 40 sampai 50 cm dan garis tengahnya bisa mencapai 20 cm. Pohonnya menjulang tinggi karena bisa mencapai 20 meter dengan ciri khas berupa rebung atau tunas muda bambu yang berwarna hitam keunguan sebelum dikupas.

Lantaran berdiameter besar serta buluhnya tebal dan kuat, bambu jenis ini banyak dipakai sebagai bahan bangunan, rakit atau eretan, serta furniture.

Di desa, talang air dibuat dari bambu jenis ini karena sifatnya yang semakin direndam air akan semakin rapat serat kayunya. Oleh karena itu menjadi sangat awet.

Rebung bambu petung juga jadi favorit masyarakat untuk dikonsumsi karena besar dan rasanya manis.

Semoga kedepannya pemerintah dan masyarakat Kecamatan Cibitung bisa melestarikan bambu jenis ini karena tak hanya berdayaguna untuk keperluan sehari hari tapi juga berguna sebagai tanaman konservasi.

Hal ini disebabkan karena bambu memiliki kemampuan untuk menjaga ekosistem air akibat sistem perakarannya yang rapat. Dalam sebuah penelitian di negeri Tiongkok disebutkan bahwa bambu memiliki kemampuan menyimpan air tanah 240% lebih baik dibandingkan dengan tanaman pinus yang saat ini masih menjadi idola masyarakat untuk ditanam di area pegunungan karena dianggap bisa menyimpan air dengan baik.

Bambu juga biasanya tumbuh rapat antara satu pohon dengan pohon lainnya dalam rumpun rumpun sehingga akarnya jalin menjalin membentuk jaringan yang bisa mencengkeram tanah secara kuat. Oleh karena itu lahan lahan yang ditanami pohon bambu tanahnya biasanya stabil dan tidak mudah tergerus erosi. Nah makanya bambu cocok sekali ditanam di daerah aliran sungai untuk mencegah terjadinya longsoran das ke arah sungai.

Kemampuan bambu bukan cuma itu, pohon berjenis rumput rumputan ini juga mampu menahan terpaan angin. Ini disebabkan karena bambu memiliki mekanisme mencegah kekeringan pada batangnya oleh karena itu batang bambu menjadi kuat sekaligus lentur sehingga bila ada angin kencang menerpa batang bambu akan bergerak mengikuti arah angin tanpa patah.

Namun yang terpenting keunggulan bambu sebagai tanaman konservasi adalah karena ia adalah tanaman dengan laju pertumbuhan tertinggi di dunia. Dalam waktu 24 jam bambu bisa tumbuh sepanjang 3 sampai 10 cm apalagi bila bambu tumbuh di tanah yang memiliki kandungan nutrisi tinggi kecepatan tumbuhnya akan berlipat lipat dari kecepatan tumbuh normal. Ideal sekali digunakan sebagai tanaman konservasi karena dalam waktu sekejap bisa menghijaukan sebuah lahan yang tandus.

Sayang potensi Bambu Petung ((Dendrocalamus asper) atau Betung ini dieksplorasi secara berlebihan oleh manusia. saking gencarnya bambu jenis ini menurut Yayasan Bambu Indonesia menjadi salah satu jenis bambu yang langka bahkan terancam punah. kini bambu betung dengan diameter 20 sampai 30 cm dan tinggi mencapai 20 meter hanya bisa ditemukan di hutan Majalengka Provinsi Jawa Barat.

Mudah-mudahan tulisan ini menjadi pengingat bagi pemerintah Kabupaten Pandeglang khususnya pemerintah Kecamatan Cibitung agar mencari upaya untuk menghidupkan kembali hutan bambu di kecamatan Cibitung sehingga kelak saat ada masyarakat bertanya asal usul kecamatan tersebut bisa langsung menunjukkan bambu jenis unggul tersebut.(dewi)

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang ¬†dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *