Home / Banten / Presiden Diberitahu Siswa SD Cara Menyelamatkan Diri Ketika Gempa
Presiden RI didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim,Senin (18/2) melihat program Tagana Masuk Sekolah (TMS) di SDN Panimbang Jaya I yang menjadi sasaran program sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana dari kader Tagana. Foto:Biro ARTP Setda Prov Banten

Presiden Diberitahu Siswa SD Cara Menyelamatkan Diri Ketika Gempa

WONGBANTEN.ID,PANDEGLANG-“Kalau ada gempa lindungi kepala, masuk kolong meja terus lari ke lapangan,” terang seorang siswa SDN Panimbang Jaya I saat ditanya Presiden RI Joko Widodo bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana gempa bumi.Presiden RI didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim,Senin (18/2) melihat program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan Kampung Siaga Bencana (KSB) yang dilaksanakan di Desa Panimbang Jaya,Kecamatan Panimbang,Kabupaten Pandeglang.

Dalam kegiatan itu, Presiden RI didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang, Kepala BNPB Doni Monardo dan Kepala Staf Kepresidenan Moledoko,

Menggunakan helikopter,Joko Widodo tiba di lokasi sekira pukul 08.45 WIB dan langsung mengunjungi SDN Panimbang Jaya I yang menjadi sasaran program sosialisasi dan edukasi mitigasi bencana dari kader Taruna Siaga Bencana (Tagana) kepada para siswa.

Tagana Masuk Sekolah dan Kampung Siaga Bencana adalah program yang digagas oleh Kementerian Sosial dan Dinas Sosial untuk membekali dan mengenalkan para siswa dan masyarakat, tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencanaPresiden Joko Widodo mengapresiasi dan memberikan perhatian khusus terhadap program ini.

“Saya ingin memastikan bahwa mengedukasi dan mendidik anak-anak dan masyarakat di kampung ini berjalan benar, karena kita tidak tahu kapan bencana itu datang,” kata Joko Widodo dihadapan ribuan masyarakat Panimbang.

Menurutnya, wilayah Indonesia berada di cincin api dan sangat berpotensi terjadi bencana alam seperti gampa bumi, longsor, banjir, gunung meletus dan lainnya. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana itu sangat penting diketahui masyarakat.

“Yang paling penting kita siap dan Tagana akan terus melakukan sosialisasi ini dan memberikan pelajaran agar ana-anak lupa, juga siswa SMP, SMA, SMK dan semuanya termasuk masyarakat agar kita mengetahui bagaimana agar kita betul-betul siap menghadapi setiap bencana yang datang,” jelas Joko Widodo.

Dikatakannya,pendidikan tentang kebencanaan ini diharapkan dapat meminimalisir timbulnya korban jiwa.

“Tadi kita tes ke anak yang sudah (dididik), saya kira menangkapnya cepat dan bisa mempraktikkan,” katanya.

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan, adanya program TMS dan KSB diharapkan semakin banyak siswa dan masyarakat yang faham akan kondisi lingkungan dan daerah rawan bencana serta bagaimana bisa selamat saat bencana terjadi.

“Masyarakat merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan bencana. Keberhsilan mitigasi bencana dengan demikian sangat bergantung kepada pemahaman dan kesiapsiagaan dari masyarakat itu sendir,” jelas Agus.

Agus menyebutkan pendidikan kebencanaan oleh Tagana diselenggarakan di 55 sekolah di seluruh Kabupaten Pandeglang yang mengikutsertakan 5.500 siswa dan 276 guru mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA.

Hadir dalam kunjungan Presiden RI Bupati Pandeglang Irna Narulita, Wakil Bupati Tanto W Arban, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah dan Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir.(poe)

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang  dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *