Home / Banten / Menteri LHK Tetapkan 7 Hutan Adat di Riungan Gede Kasepuhan Adat Banten Kidul
Menteri LHK Siti Nurbaya memberikan bibit pohon kepada perwakilan masyarakat. Foto:KLHK

Menteri LHK Tetapkan 7 Hutan Adat di Riungan Gede Kasepuhan Adat Banten Kidul

WONGBANTEN.ID,LEBAK-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan(LHK) menetapkan 7 hutan adat dalam acara Riungan Gede Kasepuhan Adat Banten Kidul ke-11 di wewengkon Kasepuhan Citorek, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,(3/3).

Ke 7 hutan adat itu diantaranya Hutan Adat Kasepuhan Cirompang, Hutan Adat Kasepuhan Pasireurih di Kabupaten Lebak, Hutan Adat Mude Ayek Tebat Benawa di Kota Pagar Alam, Hutan Adat Temua, Hutan Adat Rage di Kabupaten Bengkayang, Hutan Adat Tenganan Pegringsingan di Kabupaten Karangasem, Hutan Adat Rimbo Tolang dan Rimbo Ubau di Kabupaten Dhamasraya dan akan diikuti oleh 6 hutan adat lainnya.

Menteri LHK Siti Nurbaya dalam sambutanya mengatakan bahwa penetapan hutan adat merupakan sejarah baru dalam pengelolaan hutan di Indonesia dengan semangat perlindungan dan penjagaan hutan di atas wilayah adat.

Hal tersebut disambut antusias oleh masyarakat Banten. Ketua Satuan Adat Banten Kidul (SABAKI) Sukanta menyatakan melalui acara ini SABAKI mendorong masyarakat adat yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan bermartabat dalam budaya.

“Sejak tahun 2010 ada mandat yang harus diselesaikan oleh SABAKI selain penetapan hutan adat juga pengakuan dan pelindungan terhadap masyarakat kasepuhan,”ujarnya.

Menurut Sukanta SABAKI berada di dua provinsi yakni Banten dan Jawa Barat dan masyarakat adatnya tersebar di Kabupaten Bogor,Kabupaten Sukabumi,Kabupaten Pandeglang da Kabupaten Sukabumi.Sukanta menjelaskan masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan yaitu mendorong Pemkab Sukabumi segera membuat perda atau paling cepat membuat surat keputusan pengakuan masyarakat kasepuhan Banten Kidul.

Sementara itu, Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengatakan Pemerintah Kabupaten Lebak sangat mendukung kegiatan SABAKI dan telah menyampaikan maklumat dalam hal pengakuan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat adat,dikatakannya, selama ini masyarakat adat memperoleh kesulitan ketika mengolah lahan yang berbenturan dengan TNGHS dan Perhutani, dengan adanya pengakuan Hutan Adat, masyarakat dapat berusaha dengan tetap menjaga kearifan lokalnya.

Riungan Gede Kasepuhan Adat Banten Kidul -11 berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 1 – 3 Maret 2019, dihadiri 1.620 peserta dari sekitar 750 komunitas adat yang tersebar di Kabupatan Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat), dan Kabupatan Lebak Dan Pandeglang (Banten).
Foto:poe

Riungan Gede Kasepuhan Adat Banten Kidul -11 berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 1 – 3 Maret 2019, dihadiri 1.620 peserta dari sekitar 750 komunitas adat yang tersebar di Kabupatan Bogor dan Sukabumi (Jawa Barat), dan Kabupatan Lebak Dan Pandeglang (Banten).Riungan Gede resmi dibuka pada Jumat malam oleh Ketua DPRD Kabupaten Lebak.

Riungan Gede Kasepuhan Adat Banten Kidul ke-11 diisi dengan gerakan menanam 1 juta pohon di wilayah adat Kasepuhan Banten Kidul.(poe)

Check Also

Krakatau Steel Berikan Bantuan Sembako dan Beasiswa Prestasi Menjelang HUT Ke-51

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-51 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Senin (9/8) …

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *