Home / Lingkungan / Digerus Industri,Jaringan Masyarakat Peduli Bayah Pulihkan Sumber Mata Air di DAS Cipicung
Jaringan Masyarakat Peduli Bayah melakukan kegiatan penanaman kembali pohon di Hulu Sungai Cipicung DAS Cipicung, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah,Kabupaten Lebak,Minggu (17/3). Foto:ist

Digerus Industri,Jaringan Masyarakat Peduli Bayah Pulihkan Sumber Mata Air di DAS Cipicung

WONGBANTEN.ID,LEBAK-Jaringan Masyarakat Peduli Bayah melakukan kegiatan penanaman kembali pohon di Hulu Sungai Cipicung DAS Cipicung, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah,Kabupaten Lebak,Minggu (17/3).Penanaman pohon yang dilakukan oleh warga Cipicung, kelompok pemuda, masyarakat adat dan aparat desa, merupakan upaya pemulihan dan normalisasi sumber mata air Cipicung.

Sumber mata air tersebut saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.Sesuai dengan amanat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung di pasal 11 disebutkan “Perlindungan terhadap kawasan resapan air dilakukan untuk memberikan ruang yang cukup bagi peresapan air hujan pada daerah tertentu untuk keperluan penyediaan kebutuhan air tanah dan penanggulangan banjir, baik untuk kawasan bawahannya maupun kawasan yang bersangkutan” dan Pasal 20 “Kriteria kawasan sekitar mata air adalah sekurang-kurangnya dengan jari-jari 200 meter di sekitar mata air”

Namun kondisi saat ini,sekitar hulu sungai tersebut sangat berdekatan, hanya berjarak 25 meter dengan tiang pancang conveyor milik perusahaan Semen Merah Putih.

Warga menanam pohon di dekat tiang pancang conveyor milik perusahaan Semen Merah Putih.
Foto:ist

Menurut Sekpel Jaringan Masyarakat Peduli Bayah, Henriana Hatra, kondisi tersebut membuat hilangnya daerah tangkapan air disekitar Hulu.

” Akibatnya, pasokan air bersih untuk sekitar 600 KK warga Cipicung, Kampung Sawah terganggu. Saat musim kemarau tiba, debit air sangat minim bahkan nyaris kering, dan dimusim penghujan karena tidak ada lagi pohon pohon yang berfungsi sebagai Water Catchment, material lumpur menerjang kawasan pemukiman dibawahnya,” ujar pria yang biasa dipanggil Kang Oci itu.

Melihat daya dukung lingkungan di wilayahnya semakin menurun,Jaringan Masyarakat Peduli Bayah menyatakan,mengecam kesewenang wenangan perusahaan atas pengabaian lingkungan sebagai sumber penghidupan masyarakat yang mengakibatkan tidak seimbangnya ekosistem lingkungan sumber mata air.

Masyarakat juga meminta supaya pemerintah mengidentifikasi semua sumber mata air yang berada dikawasan perusahaan.

“Kami juga meminta perusahaan PT Cemindo Gemilang untuk menjaga tutupan hutan disekitar Hulu Sungai Cipicung dan sumber mata air lainnya di dalam areal perusahaan,” tegas Kang Oci.

Selain itu,pemerintah diminta untuk meninjau semua perijinan penggunaan lahan di dalam kawasan PT Cemindo Gemilang.Dan meminta pemerintah dan perusahaan untuk menjamin keamanan warga akibat bencana longsor dan krisis air bersih yang disebabkan oleh hilangnya sumber mata air.(poe)

Check Also

Pidato Pertama Helldy Agustian:Pemkot Cilegon Melayani,Bukan Dilayani

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta, sah dilantik  sebagai Wali Kota  dan Wakil Wali Kota Cilegon …

603 Personel Gabungan Amankan Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon,Ini Fokus Pengamanan

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Sebanyak 603 personel gabungan disiagakan dalam rangka pengamanan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *