Home / Banten / Diduga Depresi Akibat Awasi Pemungutan Suara, Pengawas TPS Kecamatan Mauk Dibawa ke RSJ Grogol

Diduga Depresi Akibat Awasi Pemungutan Suara, Pengawas TPS Kecamatan Mauk Dibawa ke RSJ Grogol

WONGBANTEN.ID.TANGERANG-Yosep Maulana Yusuf, seorang anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol,Jakarta Barat. Diduga,warga Kampung Bubulak RT 01 RW 02,Desa Marga Mulya,Kecamatan Mauk itu mengalami depresi berat, setelah bertugas mengawasi pemungutan suara di TPS 04.

Orang tua Yosep Uci Sanusi menjelaskan,usai mengawal jalannya pemungutan suara di TPS 04 Desa Marga Mulya, anaknya itu tidak bisa tidur terlihat sering melamun dengan tatapan kosong.Bahkan tanpa pemicu yang jelas,Yosep sering mengamuk di dalam rumah.

“Waktu itu, saat saya bersama istri sedang berada di luar,Yosep tiba-tiba mengunci pintu dari dalam.Setelah itu dia mengamuk merusak barang-barang yang ada di dalam,” terang Uci,Jumat (26/4)

Uci pun meyaksikan tindakan tak masuk akal yang dilakukan anaknya,saat dia masuk kedalam rumah dengan cara mendobrak pintu,dirinya melihat Yosep sedang bersiap membakar tempat tidur.

Melihat tingkah laku anaknya yang aneh, Uci kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada Panwaslu Kecamatan Mauk, hingga akhirnya Uci memutuskan untuk membawa Yosep ke RSJ Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (23/4) lalu.

“Dokter di rumah sakit menyarankan kepada saya agar tidak setiap hari menjenguk Yosep, alasannya biar Yosep bisa merasa tenang dan bisa istirahat dengan cukup,” ucapnya lirih.

Diakui Uci,anaknya tersebut pernah mengalami hal seperti itu tahun 2014 lalu,namun tidak sampai mengamuk dan itu terjadi hanya beberapa pekan saja.Dirinya pernah melarang Yosep agar tidak menginap di TPS.

“Sebenarnya sudah sempat saya larang untuk menginap di TPS, tetapi dia malah bilang tidak enak kalau TPS ditiggalin, karena dia merasa bertanggung jawab katanya kalau ada apa-apa,” jelasnya.

Sementara itu,anggota Panwaslu Kecamatan Mauk Federick mengaku belum mengetahui apa penyebabnya.Namun dia menduga,tindakan yang dilakukan Yosep itu merupakan penyakit lama yang kambuh kembali.

“Saya tidak tahu penyebabnya apa, tetapi menurut orang tuanya, Yosep memang pernah mengalami hal serupa dulu, kemungkinan itu penyakit lamanya yang kambuh,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut,Kordinator SDM Bawaslu Anis Darari mengungkapkan, dirinya baru mengetahui kabar tersebut hari Kamis (25/4) pagi,dia berencana akan mengunjungi pihak keluarga Yosep pada Sabtu besok.

“Saya baru dapat informasi dari Panwaslu Kecamatan Mauk tadi pagi, rencananya besok saya akan berkunjung ke rumahnya , mau tahu keadaannya secara langsung,” jelas dia. (Mds-str)

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang  dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *