Home / Lingkungan / Wahidin Halim:Dalam Menjaga Lingkungan Masyarakat Baduy Patut Dicontoh
Gubenur Banten Wahidin Halim. Foto:Biro ARTP Setda Provinsi Banten

Wahidin Halim:Dalam Menjaga Lingkungan Masyarakat Baduy Patut Dicontoh

WONGBANTEN.ID,SERANG-Gubenur Banten Wahidin Halim berharap kepada segenap jajaran Pemerintah Provinsi Banten untuk membantu secara penuh terhadap kelangsungan masyarakat Baduy.Wahidin juga menegaskan, secara prinsip dirinya setuju lingkungan di wilayah Baduy harus dipertahankan.

Masyarakat Baduy merupakan potret masyarakat yang patut dicontoh oleh masyarakat yang berada di luar Baduy.Masyarakat Baduy yang tinggal di tengah Pegunungan Kendeng merupakan masyarakat yang damai, harmonis, tenang, saling menghargai dan saling gotong royong serta menjaga dan tidak merusak lingkungan.

Hal itu disampaikan Gubernur Banten H. Wahidin Halim dalam acara Seba Baduy 2019, yang berlangsung di Halaman Museum Negeri Banten Kota Serang. Minggu (5/5).Sebanyak 1.037 masyarakat Baduy “turun gunung” mengikuti prosesi Seba Baduy tahun ini.

Dihadapan waga Baduy Dalam dan Luar,Gubernur Banten menyanggupi permintaan perwakilan masyarakat Baduy untuk membuat peraturan daerah masyarakat adat.

Menurut Wahidin, melalui perda tersebut akan mampu menjaga kelestarian adat istiadat dan lingkungan masyarakat Baduy.

“Tidak perlu menunggu persetujuan dari pemerintah pusat karena kita (Pemprov Banten-red) akan segera membuat perda tersebut “ jelas Wahidin.

Dalam kesempatan tersebut Wahidin menyatakan,sebagai pemimpin Provinsi Banten dirinya memiliki kewajiban untuk mempertahankan dan menjaga lingkungan serta adat istiadat masyarakat Baduy. “ Mari kita jaga bersama – sama kelesetarian lingkungan serta adat istiadat masyarakat Baduy “ ajaknya.

Foto:Biro ARTP Setda Provinsi Banten

Dalam kesempatan itu,Wahidin berpesan kepada para wisatawan yang akan mengunjungi daerah Baduy harus menjaga lingkungan Baduy.

“Jangan dirusak walaupun satu ranting pohon, mari bersama jaga lingkungan Baduy”harap Wahidin.

Bagi orang Baduy,Seba merupakan wujud ungkapan syukur kepada Bapak Bapak Gede (Bupati atau kepala pemerintahan daerah).Perayaan adat Seba tersebut merupakan peninggalan Kokolot yang harus dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Acara itu digelar setelah musim panen ladang huma.(ps)

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang  dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *