Home / Nusantara / Anggota DPR RI Kritisi Pengembangan Bahan Bakar B30

Anggota DPR RI Kritisi Pengembangan Bahan Bakar B30

WONGBANTENBANTEN.ID,JAKARTA – Pengembangan bahan bakar biodiesel 30 persen (B30) yang tengah dilakukan oleh pemerintah, dikritisi anggota DPR RI, Bambang Haryo.

Politisi dari Fraksi Gerindra itu menilai penggunaan B30 yang tujuannya untuk mengurangi impor migas itu, ternyata kerap menjadi penyebab defisit neraca perdagangan.

Bambang merasa prihatin dengan rencana penerapan B30 tersebut.Menurutnya kebijakan tersebut hanya mampu mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar saja, Padahal, impor BBM jenis tersebut porsinya tidak terlalu besar terhadap total impor nasional.
“Kami sangat prihatin adanya satu kebijakan oleh pemerintah di mana akan menerapkan BBM B30 di mana sekarang ini sudah B20 yang tujuannya untuk mengurangi impor yang mana bahan bakar ini adalah solar saja,” kata Bambang, Rabu (17/7).

Sebaliknya, ungkap dia justru impor nonmigas yang jauh lebih besar dan memberatkan kondisi neraca perdagangan Indonesia.

“Padahal, semua migas hanya kurang lebih 15 persen dari total import kita. Jadi, non migas ini jauh (lebih besar),” ujarnya.

Dia pun mengklaim, negara-negara di dunia yang menggunakan energi campuran bahan bakar fosil dan nabati rata-rata tidak lebih dari 10 persen atau B10. Selain itu, kebijakan tersebut kurang tepat dan seolah dipaksakan.

Penggunaan B30 dinilai dapat memberikan dampak negatif terhadap perekonomian.

“Dampak dari bahan bakar B30 ini luar biasa terhadap semua multiplier industri. Transportasi juga akan terpengaruh besar dan menjadi berat,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu lantaran mesin kendaraan pada umumnya belum dapat mengolah bahan bakar campuran minyak nabati dengan maksimal.

“Australia, Malaysia tidak lebih dari B10. Kanada juga belum. Ini akan merusak mesin transportasi dan menghancurkan ekonomi kita,” jelas dia.

Berkaca dari persoalan tersebut, Bambang meminta pemerintah untuk mengkaji kembali kebijakan mengenai penggunaan bahan bakar nabati sebagai energi untuk kendaraan bermotor.

“Tolong bu menteri (Sri Mulyani) untuk mengkaji semaksimal mungkin agar ini bisa menjadi lebih baik lagi,” katanya. (ps)

Check Also

Wali Kota Targetkan dalam 100 Hari Cilegon Masuk Zona Hijau Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON- Sejak ¬†kemarin, sebagian besar kabupaten dan kota di Provinsi Banten sudah memasuki zona kuning …

Kantor di Lingkungan Pemkot Cilegon Belum Penuhi Standar Sarpras Proteksi Kebakaran

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian¬† mengeluarkan surat instruksi kepada gubernur, bupati dan wali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *