Home / Lingkungan / Kurangi Sampah Plastik, ASN Provinsi Banten Diwajibkan Membawa “Tumbler”
Sekda Provinsi Banten, Al Muktabar. Foto:Kominfo Prov Banten

Kurangi Sampah Plastik, ASN Provinsi Banten Diwajibkan Membawa “Tumbler”

WONGBANTEN.ID,KOTA SERANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten mengeluarkan  Surat Edaran  Nomor:660/2443-DLHK/VI/2019 tentang  gerakan Jumat bersih dan olah raga di lingkup Pemprov Banten.

Dalam surat edaran tersebut, semua pelayan masyarakat di Provinsi Banten diminta untuk meminimalisir sampah yang berasal dari kemasan produk makanan atau minuman.Implementasi dalam surat edaran tersebut tertulis antara lain, membatasi penggunaan kantong plastik, menghindari penggunaan barang dan kemasan sekali pakai serta mengurangi penggunaan barang atau kemasan yang tidak mudah diurai oleh alam.

Selain itu ASN juga diwajibkan untuk membawa membawa botol air minum atau tumbler sendiri yang dapat digunakan secara berulang, mengganti makanan kemasan dan makan siang dalam bentuk prasmanan.

Menyediakan water station untuk pengganti  air minum dalam kemasan yang selalu tersedia pada saat rapat atau pertemuan dengan menyiapkan dispenser berikut galon air mineral dan piring.

Menurut Sekda Provinsi Banten, Al Muktabar, diterbitkannya surat edaran tersebut merupakan  bagian dari  program peduli lingkungan.

“Jadi kita kurangi pemakaian plastik, pakai gelas  sendiri. Ini efisiensi bukan meniadakan, kalau efisiensi itu pada peruntukannya, kalau meniadakan itu tidak boleh. Itu bukan tidak boleh tapi pada hal batas kewajarannya,”jelas  Muktabar, Jumat (26/7).

Bentuk efisiensi lainnya yang harus diterapkan di lingkungan pemerintahan lanjut Muktabar yaitu merubah pola makan dan minum yang selama ini disajikan dalam kemasan box, kotak kardus serta kemasan lainnya  yang menghasilkan sampah,sekarang dirubah menjadi ala prasmanan atau mengambil makan minum yang tersedia secara mandiri.

“Itu bagian dari instrument, saya melakukan penghematan anggaran. Termasuk di saya sendiri, silakan ke tempat saya tidak ada makan minum berlebihan. Kalau ke tempat saya masih ada minum tapi bawa (buat-red) sendiri,” jelasnya.

Pola baru yang diterapkan merupakan hasil pengamatan, dimana makanan dan minuman dalam kemasan sebagian besar  tidak habis dan terbuang sia-sia. Selain itu persoalan lainnya bekas kemasan tersebut menjadi sampah.

“Kue kotak yang dimakan dua dari isi tiga, saya cek di sampah kita ada yang begitu. Air minum mineral enggak habis kita minum. Kalau bikin sendiri bisa minum sesuai ukuran kita. Kalau dibuat orang lain kan tidak tahu, habis atau tidak,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Husni Hasan mengatakan, perintah dari surat edaran adalah untuk mengurangi kemasan plastik dan bersih untuk mendukung kegiatan pelestarian lingkungan. “Ya ini upaya Pemprov Banten untuk mengendalikan pencemaran lingkungan dan membudayakan hidup berish dan sehat,” katanya.(ps)

Check Also

Krakatau Steel Berikan Bantuan Sembako dan Beasiswa Prestasi Menjelang HUT Ke-51

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-51 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Senin (9/8) …

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *