Home / Nusantara / Hujan Mengguyur Arafah Saat Wukuf, Sejukan Puncak Ibadah Haji
Hujan mengguyur Padang Arafah tempat dilaksanakannya wukuf yang merupakan puncak ibadah haji, Sabtu (10/8). Foto:Dok Fredy Indradi

Hujan Mengguyur Arafah Saat Wukuf, Sejukan Puncak Ibadah Haji

WONGBANTEN.ID- Hujan mengguyur Padang Arafah tempat dilaksanakannya wukuf yang merupakan  puncak  ibadah haji, Sabtu (10/8) .Berdasarkan informasi  hujan mulai  turun  pukul 14.45 waktu setempat .

“Alhamdulillah, tadi  hujan mulai turun pukul 14.45 (waktu Arab Saudi-red), lumayan lama sekitar satu jam lah. Udaranya enak ,” ujar salah seorang  jemaah haji asal Kota Cilegon Fredy Indradi  kepada wongbanten.id, Sabtu malam.

Menurutnya, hujan membuat suhu udara di Padang Arafah yang semula panas menjadi sejuk. Sebelumnya suhu di tempat wukuf suhu mencapai 45 derajat Celcius namun setelah turun hujan suhu udara turun ke 26 derajat Celcius.

Mengutip dari laman Hidayatullah.com, guyuran hujan ini berlangsung setelah 45 menit jemaah haji Indonesia menyelesaikan rangkaian ibadah wukuf. Mulai dari pembacaan Al-Qur’an, shalat berjamaah, khutbah wukuf, hingga berdoa bersama.

Pada sekitar pukul 14.45 WAS itu, jamaah haji seluruh dunia sedang berdiam diri di dalam tenda masing-masing, melaksanakan rangkaian wukuf di Padang Arafah.

Setelah cuaca panas mendera hingga 36 derajat, terjadi perubahan tiba-tiba di Arafah. Dari dalam tenda, mulai terdengar petir menyambar di langit. Tampak awan menghitam. Tidak lama kemudian, rintik hujan turun, membasahi Tanah Arafah. Kian lama kian deras diiringi angin.

Foto:Dok Fredy Indradi

Beberapa jamaah haji dari beberapa tenda berdiam diri, tampak bergegas menuju pintu tenda. Ternyata sebagian jamaah penasaran benarkah hujan turun di tengah proses ibadah wukuf.

Mendapati hujan sedang turun, ucapan syukur keluar dari mulu jamaah, saat tangan menggapai air yang jatuh dari langit. Hujan berkah mengiringi puncak haji di Arafah.

“Hujan ini mendinginkan kita, mengantarkan kepada kesejukan,” ucap jamaah haji lainnya bernama Efa Ariani kutip MCH, Sabtu (10/8).

Efa pun sumringah dan seakan tak peduli hujan membasahi baju ihram yang dipakainya.

Sementara itu, Syahruddin, jemaah lainnya, menuturkan jika salah satu waktu mustajab saat berdoa adalah ketika hujan Ia pun mengajak melantunkan doa untuk diri sendiri diri, keluarga maupun umat Islam lainnya.

“Doa saat hujan, Allahumma shayyiban naafi’an. Semoga hujan yang turun membawa manfaat dan keberkahan,” ungkapnya.

Datangnya hujan ketika hari H wukuf diyakini menjadi berkah tersendiri. Hal ini lantaran antara lain membuat suhu udara jadi tidak seterik hari-hari biasanya.

Foto:Dok Fredy Indradi

Khutbah wukuf di Arafah disampaikan KH A Bunyamin Ruhiyat, dengan tema menggapai kemabruran haji.

Turut memberi sambutan Amirul Hajj sekaligus Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh.

Menag mengatakan, wukuf di Padang Arafah adalah medium kembali ke jati diri. Kemampuan untuk berkontemplasi, berdiam diri melakukan refleksi mengenali jati diri sesungguhnya sebagai manusia.

Hal ini sesuai dengan ajaran Agama Islam yang menitiktekankan pada aspek kemanusiaan. (ps)

Check Also

Krakatau Steel Berikan Bantuan Sembako dan Beasiswa Prestasi Menjelang HUT Ke-51

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-51 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Senin (9/8) …

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *