Home / Lingkungan / Pertahankan “Benteng Alam” PT Krakatau Bandar Samudera Tanam Mangrove
Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyowahyudi (kanan) dan Ketua CCSR Kota Cilegon Huluful Fahmi (tengah) dalam acara konservasi mangrove di kawasan Pelabuhan KBS,Jumat (30/8). Foto:ist

Pertahankan “Benteng Alam” PT Krakatau Bandar Samudera Tanam Mangrove

Sebagai wilayah yang menyandang status kota industri, membuat  Cilegon memiliki beragam masalah yang berkaitan sangat erat dengan lingkungan hidup.

Dulu,sepanjang kawasan pesisir Cilegon ditumbuhi  vegetasi mangrove sebagai “benteng alam” yang dapat menyelamatkan Kota Cilegon  dari ancaman bencana seperti abrasi, banjir rob, intrusi air laut, dan terancamnya habitat biota laut di sekitar teluk dari kepunahan.

Kini “benteng alam”itu sudah runtuh, di sepanjang kawasan pesisir berdiri tegak berbagai macam industri, menggantikan tegakan batang-batang mangrove.Beruntung, masih ada kawasan untuk melakukan konservasi mangrove, lokasinya di kawasan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).

Bibit mangrove yang ditanam dikawasan Pelabuhan KBS.
Foto:ist

Hari Jumat,(30/8), matahari belum tinggi benar. Namun sepertinya pagi ini langit akan cerah, mungkin akan terik disiang hari. Aktifitas kota industri pukul setengah delapan sudah terlihat begitu padat. Begitu juga di pelabuhan, mobil besar pengangkut sudah kesana kemari. Alat berat, serta mesin-mesin menjulang tinggi sudah berbaur, bekerja beradu dalam satu aktifitas yang saling sinergi antara mesin dan manusia. Dan membantuk produktiftasnya masing-masing.

Harmoni dalam satu tujuan yang sama. Semuanya berjalan mengikuti mekanismenya. Beraneka ragam, mesin, manusia, alam, laut, udara, menjalankan fungsinya masing-masing. Proporsi antara satu dan lainnya membuat perpaduan nya sendiri. Begitulah cara kehidupan mencipta detil aktifitas.

Seratusan lebih pegawai yang mengenakan seragam orange bersama jajaran manajemen PT KBS berjalan  keluar menuju pos tujuh Pelabuhan KBS, mereka akan melakukan program penghijauan dengan menanam bibit mangrove sebanyak 500 batang.

Krakatau Bandar Samudera (KBS) adalah salah satu anak perusahaan PT.Krakatau Steel yang sukses dan maju pesat di bidang kepelabuhan

Area penanaman cukup luas. Terlihat rimbun mangrove yang sudah ada disana sebelumnya. Entah sejak kapan, namun area ini begitu terlihat kontras. Ditengah himpitan pabrik, industri dan cerobong mesin industri, namun ada sedikit area menekuk mengikuti muara sungai seolah membentuk perisai pantai, dan melindunginya.

Dibelakang hutan mangrove ini sudah berbatasan langsung dengan industri-industri. Jadi, hutan kecil ini seperti mengintrupsi, dan menjadi jeda ditengah aktifitas yang bernuansa maskulin, serta kerasnya  aroma aktifitas industri. Dan hutan mangrove inilah menjadi oase. Pohon mangrove merupakan pohon kehidupan. Paling tidak memiliki dua fungsi dasar yakni, fungsi ekologis dan ekonomis.

Sebagai fungsi ekologis hutang mangrove sebagai habitat atau tempat hidup binatang laut untuk berlindung, mencari makanan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis lainnya juga dapat melindungi pantai dari abrasi laut, serta dapat menjernihkan air. Sementara fungsi ekonomisnya hutan mangrove jika dikelola dengan baik, dapat digunakan sebagai kebutuhan kayu bakar, dan bahan pembuat arang. Hutan mangrove juga bisa berguna untuk bahan dasar obat-obatan, bahan pengawet, makanan, dan kosmetik.

Acara dibuka dengan sebuah seremoni sederhana, di buka oleh pembawa acara dari Divisi Corporate Social Responisibility, Dedi Juanda. Pada kesempatan itu,  semua peserta yang akan melaksanakan program konservasi mangrove diharuskan memakai peralatan sesuai standar keselamatan/standard safety seperti  sarung tangan dan sepatu boot.

Direktur Utama PT KBS Alugoro Mulyowahyudi, menjelaskan  kegiatani ini merupakan bentuk komitmen managemen untuk mewujudkan pelabuhan KBS mendapat predikat Green Port.Program ini dilakukan oleh seluruh karyawan KBS sebagai bentuk kepeduliannya, dengan melakukan Volunteer Hours dan memenuhi Satuan Kerja Induk (SKI) yang harus dipenuhi 18 jam dalam satu tahun.

 

Pak Alu, begitu biasa dipanggil merupakan direktur utama dengan tipikal pekerja keras dengan mengedapankan nilai-nilai profesionalisme. Selain menggawangi soal kepelabuhanan di KBS, sentuhan bisnisnya banyak tersebar dalam berbagai macam bidang usaha. Dari mulai kuliner, cafe-cafe, homestay, galery, belakangan kerap aktif dalam kemasan yang milenial, yakni nge vlog dan menjadi youtuber. Selain itu dunia akademisinya tidak pernah ia tinggalkan, dengan kerap mengajar rutin pada perguruan tinggi.Perpaduan yang cukup lengkap. Menselaraskan berbagai macam disiplin ilmu,tentu ini menjadi nilai lebih tersendiri.

Kegiatan konservasi mangrove yang dilakukan PT KBS direspon  Ketua Cilegon Corporate Social Responsibility (CCSR) Huluful Fahmi.

“Ternyata di area KBS masih memliki slot sedikit untuk bisa menanam mangrove. Tempatnya bagus, tepat di sekeliling muara sungai yang langsung berhadapan dengan laut, yang sudah dikelililingi oleh industri. Pohon mangrove disini juga terlihat tumbuh subur, terlihat enak dan hijau, lebih jauh ini bisa dijadikan perisai pantai untuk mencegah abrasi yang ditimbulkan. Berharap kegiatan ini tidak hanya dijadikan sebagai program sektoral saja, namun seluruh industri yang ada yang dipinggiran pantai mesti turut peduli dalam menjaga lingkungan disekitarnya, terutama laut yang memang jarang tersentuh. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada KBS sudah turut menjaga batas laut kita, dengan program CSR nya”.

Menurutnya KBS kerap mensinergikan programnya CCSR, membantu pemerintah daerah dalam berbagai program sosial. Hal ini penting dan patut di tiru oleh perusahaan yang lain, karena sesungguhnya CSR industri ini dapat membantu sekali dalam percepatan pembangunan daerah, tentu dengan mensinergikannya dengan program daerah melalui CCSR, agar tidak terjadi tumpang tindih.

Menurut  Dedi Juanda kegiatan penanaman mangrove ini sebenarnya dibagi menjadi dua sesi, internal dan eksternal. Internal dilakukan di kawasan KBS, dan eksternal akan dilaksanakan diluar wilayah pelabuhan, dengan jumlah yang akan ditanam 2000an batang bibit mangrove.

Terlihat seluruh karyawan yang hadir mencapai ratusan orang. Mereka antusias untuk menanam. Suryana Rasidi, seorang karyawan senior mengatakan bahwa dirinya senang sekali dengan program ini, karena dahulu, sekitar 20 tahunan yang lalu waktu awal-awal bekerja memang disini terlihat hijau, sehingga ini perlu terus dilestarikan.

Seorang pegawai PT KBS sedang menanam bibit mangrove.
Foto:ist

Setelah seluruh mangrove tertanam dengan baik, kegiatan ditutup ramah tamah sambil makan siang  bareng, dalam nuansa yang guyub antara pegawai satu dengan lainnya. Tak terkecuali para direksi, berbaur menjadi satu dalam nuansa yang kompak dan penuh nilai kekeluargaan.

 

Begitulah sejatinya kehidupan, seperti mangrove yang barusan kita tanam. Akarnya yang panjang dan kuat mencakar jauh kedalam tanah dan rawa, sercara bersama-sama saling mengutkan, memagari dan memberikan kehidupan. Namun tunasnya akan terus tumbuh menjulang, kelangit yang tinggi.(Huluful Fahmi-Ketua CCSR Kota Cilegon)

Check Also

Pidato Pertama Helldy Agustian:Pemkot Cilegon Melayani,Bukan Dilayani

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta, sah dilantik  sebagai Wali Kota  dan Wakil Wali Kota Cilegon …

603 Personel Gabungan Amankan Pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon,Ini Fokus Pengamanan

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Sebanyak 603 personel gabungan disiagakan dalam rangka pengamanan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *