Home / Pendidikan / Alumni Al-Khairiyah Paparkan Kajian AL Quran di Eropa
Foto:istimewa

Alumni Al-Khairiyah Paparkan Kajian AL Quran di Eropa

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional 2019, salah satu dosen tetap dari Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. H. Hasani Ahmad Said, M.A. mengunjungi kampus-kampus di Eropa atas undangan dari IASI (Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia) di Jerman dan Konjen KBRI Hamburg Jerman, bekerjasama dengan Universitat Hamburg dan Jacobs Universitat.

Doktor yang merupakan alumni Al-Khairiyah Karang Tengah yang juga lulusan Doktor Terbaik pada Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta,tahun 2011 itu, memaparkan perkembangan studi Al-Qur’an perbandingan Indonesia dan Jerman.

Dalam pemaparannya, peta kajian studi Al-Quran di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dua kitab induk (Ummahat Al-kutub) Ulum Al-Qur’an itu sendiri yakni Al-Burhan fi ‘Ulum Al-Qur’an karya Badr Al-Din al-Zarkasyi (w. 794) dan Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an karya Jalal Al-Din al-Zarkasyi (w. 911).

Fokus dan lokus kajian Al-Qur’an di Indonesia masih menitik beratkan pada tekstualitas Al-Qur’an belum menuju kepada realitasnya. Maka, di Indonesia mulai diperkuat dengan aspek epistemologinya. Dalam hal ini penelitian aspek perkembangan kitab tafsir dan metodologi.  Maka dari sisi epistemologi, perlu dikembangkan 3 aspek yaitu Al-Qur’an sebagai teks, Al-Qur’an sebagai kultur dan Al-Qur’an sebagai artefak.

Dijelaskan Hasani, di sisi lain, studi Al-Qur’an di Barat memotret tiga hal yaitu penerjemahan Al -Quran, keterpengaruhan Yahudi terhadap Al-Qur’an dan kajian kritis terhadap teks Al-Qur’an.

“Sayangnya citra dan persepsi Barat terhadap Islam belum bisa lepas dari stigma negatif yang menganggap Islam sebagai musuh Kristen,” ujar Doktor Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dalam menyampaikan pengenalan dan pemaparan kajian Al-Quran di beberapa kampus Eropa Dr. Hasani ditemani 16 orang yang terdiri dari para Profesor dan Doktor dari lintas keilmuan seluruh Indonesia. Diantaranya Prof. Dr. Didik J. Rachbini dari LP3ES, Prof. Dr. Mohammad Amin dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Adang Djumhur dari IAIN Syekh Nurjati Cirebon.Masing-masing mereka memaparkan makalahnya.

Tidak hanya pembicara dari Indonesia, dalam kegiatan ini juga menghadirkan tiga pembicara kunci/keynote speaker dari Jerman yaitu Prof. Dr. Sebastian Vollmer dari Georg August Universitat Gottingen, Prof. Dr. Jan Van Der Putten dari Universitat Hamburg dan Prof. Dr. Ing. Hendro Wicaksono dari Jacob Universitat Bremen Jerman.

 

Kegiatan ini mempunyai tema besar pendidikan dan  riset ilmu sosial perbandingan Indonesia – Jerman yang diselenggarakan pada 22-30 Oktober 2019. Selain workshop, juga kegiatan ini juga diisi dengan melakukan kunjungan-kunjungan ke beberapa tempat baik kampus maupun tempat-tempat lainnya di Eropa. Selama enam hari di Eropa, Hasani beserta rombongan mengunjungi Konjen RI Jerman, Universitat Hamburg, Airbus, Pusat Kota Hamburg Jerman, Jacobs University, Konjen Den Haag, Pusat Kota Belanda, Belgia, Paris dan terakhir Turki.(ps)

 

Check Also

Sindikat Pembuat Madu Palsu Baduy Rusak Komunitas Adat Kanekes

WONGBANTEN.ID, SERANG-Pengungkapan praktik produksi dan pengedaran madu Baduy palsu oleh Ditreskrimsus Polda Banten diapresiasi pemerhati …

CV Yatim Berkah Makmur Mampu Produksi Madu Baduy Palsu 1 Ton Per Hari

WONGBANTEN.ID,SERANG- CV. Yatim Berkah Makmur , pabrik pembuat madu Baduy palsu di kawasan Joglo Kembangan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *