Home / Banten / Persediaan Masker N95 di RSUD Cilegon Habis
ilustrasi-net

Persediaan Masker N95 di RSUD Cilegon Habis

WONGBANTEN.ID,CILEGON – Masker merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang  sangat penting  dan dibutuhkan tenaga medis  yang  saat ini sedang berjibaku  menghadapi pandemi corona. Tidak sembarangan APD bisa dipakai oleh tenaga medis, sebab  ada tingkatan penggunaan yang harus disesuaikan dengan tempat layanan kesehatan, profesi, dan aktivitas tenaga medis.

APD dirancang sebagai  penghalang   penetrasi  zat partikel bebas, cair,  udara dan melindungi penggunanya terhadap penyebaran infeksi. Pemakaian APD yang baik,  jadi penghalang terhadap infeksi yang dihasilkan oleh virus dan bakteri.

Namun ditengah upaya  melawan  pandemi  Covid-19, persediaan masker N95 di RSUD Kota Cilegon habis.

Menurut sumber wongbanten.id di RSUD Cilegon, pihak rumah sakit  sendiri tidak bisa membeli atau melakukan pengadaan  masker N95 untuk tenaga medis, sebab dana tak terduga (BTT) rumah sakit yang bersumber dari bantuan keuangan sampai hari ini belum ada kejelasan.

“Untuk besok masih ada  masker, itu pun  persediaan terakhir,” ujarnya, Minggu (14/6/2020).

Saat  dikonfirmasi mengenai berbagai sumbangan diantaranya berisi  alat kesehatan dan APD yang diterima Pemkot Cilegon, dia mengungkapkan pihak rumah sakit telah menerima bantuan tersebut.

“Namun banyak bantuan APD yang tidak standard atau tidak  sesuai dengan spesifikasi kesehatan. Mereka tidak tahu dan memahami kesusahan kami seperti apa. Saya sendiri pakai masker kain kalau bekerja,” terangnya.

Mengenai APD lanjut dia, Wali Kota Cilegon Edi Ariadi sempat menanyakan  kepada Plt Dirut RSUD Kota Cilegon tentang jenis  APD standard yang dibutuhkan untuk melindungi para tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Kami sampaikan kepada wali kota  contoh APD lengkap untuk tenaga kesehatan yang standard sesuai kesehatan dalam penanganan Covid-19, namun sampai hari ini kami belum tahu kelanbjutannya,” kata dia.

Dia berharap, sebelum memberikan bantuan APD untuk tenaga kesehatan, pemerintah daerah terlebih dahulu melalukan inventarisasi  jumlah  APD yang akan diberikan sesuai dengan jumlah pegawai di rumah sakit, berapa kebutuhan per hari dan jenis  APD nya.

Dikutip dari laman http://farmalkes.kemkes.go.id/  Sekretaris  Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan drg. Arianti Anaya, MKM mengatakan untuk penentuan jenis APD yang digunakan pada penanganan Covid-19 didasari oleh tempat layanan kesehatan, profesi, dan aktivitas tenaga medis.

Menurut dia, dalam  penanganan Covid-19 ini APD terdiri dari masker, sarung tangan, cover all, gaun, pelindung mata, pelindung muka, pelindung kepala, pelindung kaki, dan sepatu boots anti air.

 

 

 

Pemakaian APD  berjenjang

Tingkat pertama untuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat praktik umum dimana kegiatannya tidak menimbulkan risiko tinggi, tidak menimbulkan aerosol. APD yang dipakai terdiri dari masker bedah, gaun, dan sarung tangan pemeriksaan.

Kedua, dimana tenaga kesehatan, dokter, perawat, dan petugas laboratorium yang bekerja di ruang perawatan pasien, di ruang itu juga dilakukan pengambilan sampel non pernapasan atau di laboratorium, maka APD yang dibutuhkan adalah penutup kepala, google, masker bedah, gaun, dan sarung tangan sekali pakai.

Terakhir,  bagi tenaga kesehatan yang bekerja kontak langsung dengan pasien yang dicurigai atau sudah konfirmasi Covid-19 dan melakukan tindakan bedah yang menimbulkan aerosol, maka APD yang dipakai harus lebih lengkap yaitu penutup kepala, pengaman muka, pengaman mata atau google, masker N95, cover all, sarung tangan bedah dan sepatu boots anti air.

“Salah satu bagian penting dari APD adalah masker. Masker harus dipakai oleh tenaga kesehatan khususnya masker bedah,” ujarnya.

Sedangkan untuk penanganan Covid-19 terhadap tenaga kesehatan yang melakukan tindakan bedah, nebulisasi, atau dokter gigi yang memungkinkan memicu keluarnya aerosol, drg. Arianti menekankan harus memakai masker N95.

Masker N95 terdiri dari 4 lapisan dan mempunyai kemampuan lebih kuat dibandingkan masker bedah sehingga selain mampu menahan cairan darah dan droplet juga mampu menahan aerosol.

Bagian lain yang sangat penting dari APD adalah cover all. Ada berbagai macam cover all yang sekarang beredar di masyarakat. Spesifikasinya terdiri dari pelindung kepala sampai kaki.

Penggunaan cover all ini sangat penting disesuaikan dengan tingkat risiko penularan. Jika tenaga kesehatan bekerja di area dengan tingkat infeksi yang tinggi maka diharuskan menggunakan cover all yang mampu menahan cairan daran, droplet, dan aerosol.

“Material yang bisa digunakan untuk cover all ini biasanya dibuat dari serat sintetis dengan pori-pori yang sangat kecil 0,2-0,54 mikron. Tentu hal ini harus dibuktikan dengan hasil pengujian material di laboratorium terakreditasi,” ujar drg. Arianti.(ps)

 

Check Also

Krakatau Steel Berikan Bantuan Sembako dan Beasiswa Prestasi Menjelang HUT Ke-51

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-51 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Senin (9/8) …

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *