Home / Politik / Bawaslu Bakal Bentuk Posko Pengaduan bagi Masyarakat Tak Terdaftar Jadi Pemilih di Pilkada 2020
Acara peresmian 'Gerakan Coklit Serentak' di Jakarta, Rabu (15/7/2020). Foto : Humas Bawaslu RI

Bawaslu Bakal Bentuk Posko Pengaduan bagi Masyarakat Tak Terdaftar Jadi Pemilih di Pilkada 2020

WONGBANTEN.ID,JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai  melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2020.Coklit dilaksanakan mulai tanggal 15 Juli hingga 31 Agustus 2020.Dalam tahapan tersebut  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan membentuk posko aduan bagi masyarakat yang tidak terdaftar menjadi pemilih pada Pilkada 2020.

Dilansir dari laman https://www.bawaslu.go.id/, Ketua Bawaslu Abhan menegaskan posko aduan sangat penting guna menjamin hak pemilih telah terdaftar sebagai pemilih pada Pilkada Serentak 2020. Tahapan coklit menjadi salah satu tahapan yang krusial dan strategis bagi penyelenggaraan pilkada.

“Kami (Bawaslu) di tiap jajaran akan membentuk posko aduan sebagai sarana pengawasan pencoklitan,” ujarnya saat menghadiri peresmian ‘Gerakan Coklit Serentak’ di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Meski KPU telah menyediakan akses laman secara daring untuk mengecek data pemilih ungkap Abhan, sebagai bentuk pengawasan, Bawaslu tetap membuat posko aduan. Posko tersebut juga dapat dimanfaatkan bagi masyarakat yang sudah memiliki hak pilih namun namanya tidak terdata saat petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) melakukan coklit.

“Jadi seandainya ada pemilih tidak terdata, bisa melaporkan ke posko tersebut,” ungkap Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang itu.

Mantan Ketua Bawaslu Jawa Tengah itu juga mengharapkan sinergitas KPU dan Bawaslu dalam menyukseskan Gerakan Coklit Serentak bisa terjaga. Sinergitas penting supaya kualitas pendataan pemilih menjadi valid dan akuntabel.

Sementara itu, Anggota KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjelaskan, GCS merupakan gerakan pencocokan dan penelitian secara bersama-sama di 309 daerah.

Pelaksanaan GCS ini juga untuk pengecekan terhadap penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)  yang akan mendatangi lima rumah untuk dilakukan pencocokan dan penelitian.

“Gerakan ini akan diikuti oleh 21.210 PPK, 140.241 PPS dan 300.017 PPDP di 309 kabupaten/kota, yang tersebar di 270 daerah pemilihan, yaitu 9 provinsi (meliputi 48 kabupaten/kota), 224 kabupaten, dan 37 kota,” terangnya.(ps)

Check Also

Selawat Kemenangan Cilegon Tak Boleh Henti Iringi Deklarasi Pasangan Ati-Sokhidin

WONGBANTEN.ID,CILEGON- Jelang deklarasi pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin, bakal calon wali kota dan wakil wali kota …

Ati-Sokhidin Paslon Pertama dari Parpol yang Deklarasi di Pilkada Cilegon 2020

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Jika tak ada aral melintang, koalisi empat partai politik  akan mendeklarasikan pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *