Home / Banten / India Negara Pengimpor Tertinggi Produk Karet Lempengan Asal Banten
Karet lempengan asal Banten siap ekspor. Foto:BKP Cilegon

India Negara Pengimpor Tertinggi Produk Karet Lempengan Asal Banten

WONGBANTEN.ID,CILEGON-India merupakan negara pengimpor tertinggi produk  karet lempengan asal Banten.Selain India, karet lempengan dari Banten ini juga di ekspor ke negara  Cina, Mesir, Itali, Pakistan, Afrika Selatan dan Turki.

Produk   karet lempengan   asal Banten ternyata mempunyai kualitas yang baik, selain itu produk selalu disertai sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC).

“Ini adalah jaminan kesehatan dan keamanan produk sebagai persyaratan wajib yang harus dipenuhi dalam hal ekspor karet sebagai mana ketentuan dalam kesepakatan Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS),”  jelas Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusmila Dewi, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (16/7/2020).

Ditambahkannya, saat ini India merupakan negara pengimpor  tertinggi  karet lempengan asal Banten yang mencapai 1.512 ton.

Petugas Karantina Pertanian Cilegon memeriksa karet lempengan yang akan diekspor.
Foto:BKP Cilegon

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon mencatat fasilitasi sertifikasi ekspor komoditas asal sub sektor perkebunan pada semester I tahun 2020 meningkat tiga kali lipat dibandingkan  total ekspor pada periode sama di tahun 2019.

“Tahun kemarin (2019 –red) kami hanya memfasilitasi sertifikasi sebanyak 8 kali dengan total volume 525 ton. Tahun 2020, baru satu semester proses sertifikasi ekspor karet lempengan telah dilakukan sebanyak 27 kali dengan volume mencapai 2.178 ton,” jelas Arum.

Inovasi Layanan untuk Percepatan Ekspor

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil berharap ekspor  karet lempengan Banten akan  terus meningkat, bertambah volume dan negara tujuan.

Mengutip catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai USD12,03 milar. Capaian ini meningkat 15,09 persen dibandingkan Mei 2020 yang mencapai USD10,53 miliar.

“Ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian sekaligus menjadi pertanda program pembangunan pertanian sudah ‘on the track”, ujar Jamil.

Sebagai fasilitator pertanian di perdagangan internasional, Jamil memaparkan pihaknya menyiapkan terobosan dan inovasi layanan karantina terus dilakukan agar semakin memudahkan dan mempercepat proses ekspor.

Seperti Instalasi Karantina Tumbuhan atau Hewan dan Tempat Pemeriksaan Lainnya dimana pemeriksaan karantina dapat dilakukan di gudang eksportir bukan lagi di pelabuhan. Hal ini sangat membantu memangkas waktu tunggu di pelabuhan atau dwelling time, harapannya ini dapat meningkatkan daya saing.

“Kami juga terus mendorong ekspor komoditas pertanian dengan melakukan pendampingan dan fasilitasi persyaratan ekspor serta sinergisitas dengan semua pemangku kebijakan pusat dan daerah,” tutup Jamil.(ps)

Check Also

Selawat Kemenangan Cilegon Tak Boleh Henti Iringi Deklarasi Pasangan Ati-Sokhidin

WONGBANTEN.ID,CILEGON- Jelang deklarasi pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin, bakal calon wali kota dan wakil wali kota …

Ati-Sokhidin Paslon Pertama dari Parpol yang Deklarasi di Pilkada Cilegon 2020

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Jika tak ada aral melintang, koalisi empat partai politik  akan mendeklarasikan pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *