Home / Lingkungan / Kali Kranggot Dijadikan Tempat Buang Sampah,Potret Lemahnya Penegakan Perda K3 Cilegon
Petugas kebersihan dari DLH Kota Cilegon membersihkan aliran Kali Kranggot dari tumpukan sampah.Perlu ketegasan pihak terkait bagi para pelanggar Perda K3.Foto:ist

Kali Kranggot Dijadikan Tempat Buang Sampah,Potret Lemahnya Penegakan Perda K3 Cilegon

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Dijadikannya saluran irigasi, atau sekarang di sebut kali yang melintas di belakang Pasar Baru Kranggot yang dijadikan tempat pembuangan sampah, cerminan  rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang dalam persoalan ketertiban, kebersihan dan keindahan (K3).Hal itu ditambah lemahnya penegakan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2002  tentang K3  di wilayah Kota Cilegon  dan penerapan sanksi bagi para pelanggar K3.

Kepala Unit Pelaksana  Teknis Daerah (UPTD) Pasar Kranggot,  Aceng Syarifudin mengungkapkan, beberapa kali pihaknya melakukan pertemuan dengan Satpol PP Kota Cilegon untuk membahas pengawasan dan implementasi  dari peraturan daerah tersebut.Namun, sampai saat ini lanjut dia belum ada tindak lanjutnya.

“Kami memohon kepada stake holder internal,  utamanya  Satpol PP sebagai  eksekutor penegakan Perda No 5 tahun 2003 supaya tegas terhadap masyarakat  yang melangga K3 seperti yang membuang sampah ke saluran irigasi atau kali,” katanya, Jumat (29/1/2021).

Baca:Warga dan Pedagang Masih Buang Sampah di Kali Pasar Kranggot, Begini Kondisinya

Dalam Perda Nomor 5 Tahun 2003 tentang K3 di wilayah Kota Cilegon dijelaskan persoalan ketertiban, kebersihan dan keindahan (K3)  di Kota Cilegon merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.Dengan  melakukan kegiatan secara tertib, teratur, nyaman dan tenteram sehingga tercapai suatu keadaan yang bersih dan indah.

Dalam peraturan daerah tersebut ditegaskan  di Bab III pasal 12 (1) pedagang yang menjajakan dagangannya baik dengan cara dijinjing, didorong, dipikul maupun yang menetap diwajibkan menyediakan tempat sampah sendiri yang memadai untuk menampung sampah yang ditimbulkan olehnya dan untuk memudahkan pengangkutan maka dimasukkan dalam kantong sampah.

Perbuatan membuang sampah ke kali merupakan pelanggaran, dalam pasal 16 jelas dinyatakan setiap orang dan/atau badan hukum dilarang membuang sampah, kotoran atau barang bekas lainnya di sungai/kali, saluran, jalan, berm, trotoar,  tempat  umum,  tempat pelayanan umum dan tempat –  tempat lainnya.

Penjara dan Denda

Bagi para pelanggar Perda K3, ancamannya penjara dan denda  dimana diatur dalam BAB V Ketentuan Pidana pasal 2E ayat  (1)Barang siapa melanggar ketentuan Peraturan Daerah ini diancam Pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda sebesar-besarnya Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dengan atau tidak merampas barang tertentu untuk daerah. (2)Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) Pasal ini adalah pelanggaran. (ps)

Check Also

Harapan Wagub Banten:Target Saber Pungli, Pelayanan Publik dan Cegah Korupsi

WONGBANTEN.ID,SERANG– Guna memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien serta mencegah terjadinya tindak  korupsi di …

Cegah Penyebaran Covid-19,Polres Cilegon Terapkan Protokol Kesehatan

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Kota Cilegon saat ini masuk kategori penyebaran virus corona  sedang atau zona oranye. Di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *