Home / Lingkungan / BKP Cilegon Gagalkan Upaya Penyeludupan Puluhan Ekor Burung Kicau di Pelabuhan Merak
Upaya penyeludupan puluhan ekor burung kicau dari Jambi ke Solo,Jawa Tengah melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, berhasil digagalkan Balai Karantina Pertanian (BKP) Cilegon, Rabu (17/2/2021).Foto BKP Cilegon

BKP Cilegon Gagalkan Upaya Penyeludupan Puluhan Ekor Burung Kicau di Pelabuhan Merak

WONGBANTEN.ID,MERAK-Upaya penyeludupan puluhan ekor burung kicau dari Jambi ke Solo,Jawa Tengah melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak, berhasil digagalkan Balai Karantina Pertanian (BKP) Cilegon, Rabu (17/2/2021).Puluhan ekor burung tersebut ditahan sebab tidak dilengkapi dengan dokumen kesehatan dari daerah asal.

“Kami dapat informasi ada bus yang mengangkut burung tanpa dokumen. Berkat informasi tim kolaborasi dan sinergitas BKP Cilegon dan Lampung yang akurat serta sinergi dengan KSKP Merak, burung-burung tanpa dokumen yang akan dikirim ke Solo berhasil kami temukan di dalam bus,” ungkap pejabat fungsional Karantina Hewan drh. Adi Prasetyo Adi.

Semua burung yang diamankan oleh petugas, selanjutnya diperiksa di laboratorium Karantina Pertanian Cilegon untuk mengetahui apakah mengidap atau mengandung penyakit Avian Influenza.

Burung-burung tersebut terdiri 32 ekor burung ciblek, 9 ekor Gelatik batu, 10 ekor burung kepodang dan 2 ekor ayam kampung.

“Modus yang digunakan burung dan ayam dimasukkan ke dalam kardus atau keranjang buah dan diletakkan di toilet penumpang. Total burung yang berhasil ditemukan sejumlah 51 ekor yang terbagi dalam 4 kardus dan ada 2 ekor ayam milik sopir bus,” tambah Adi.

Denda 2 miliar

Saat dimitai keterangan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil  (PPNS) Karantina Pertanian Cilegon, sopir bus itu menyatakan burung-burung tersebut  merupakan barang paket yang rencananya akan diserahkan kepada penerima di terminal Tirtonadi, Solo.

“Pemasukan burung tanpa disertai dokumen yang dipersyaratkan tersebut telah melanggar ketentuan dalam pasal 35 ayat 1 dan 3 UU 21 Tahun 2019 tentang Karantina hewan, Ikan, dan Tumbuhan yakni melengkapi Sertifikat Kesehatan dari tempat pengeluaran dan tidak melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada Pejabat Karantina,” jelas Heppy Diati.

Modus penyeludupan, burung dan ayam dimasukkan ke dalam kardus atau keranjang buah dan diletakkan di toilet penumpang.Foto:BKP Cilegon

Heppy menjelaskan selanjutnya apabila mengacu pada pasal 88 tertera bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan dalam pasal 35 tersebut, dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Kepala Karantina Cilegon drh. Arum Kusnila Dewi menghimbau kepada pengguna jasa karantina agar mematuhi prosedur karantina dengan melengkapi dokumen persyaratan dan melaporkan kepada pejabat karantina untuk dilakukan tindakan karantina, pengawasan dan atau pengendalian. Arum juga menambahkan karantina akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan instansi di pelabuhan Merak dan daerah asal terkait pengawasan media pembawa wajib karantina.

“Burung tersebut akan segera diserahkan ke BKSDA dan  dikembalikan ke habitat alaminya. Kita harapkan kolaborasi dan sinerginitas antar instansi di Pelayanan Perkarantinaan dan pelabuhan penyeberangan Merak terus meningkat dan intensif melindungi Negri dan sumber daya alam hayati,” ujar Arum.(ps/rls)

Check Also

Harapan Wagub Banten:Target Saber Pungli, Pelayanan Publik dan Cegah Korupsi

WONGBANTEN.ID,SERANG– Guna memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien serta mencegah terjadinya tindak  korupsi di …

Cegah Penyebaran Covid-19,Polres Cilegon Terapkan Protokol Kesehatan

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Kota Cilegon saat ini masuk kategori penyebaran virus corona  sedang atau zona oranye. Di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *