Home / Banten / Razia Narkoba di Lapas Kelas II A Cilegon, Petugas Gabungan Malah Temukan Puluhan HP
Puluhan HP milik WBP Lapas Kelas II A Cilegon yang disita saat razia narkoba.Foto:ist

Razia Narkoba di Lapas Kelas II A Cilegon, Petugas Gabungan Malah Temukan Puluhan HP

WONGBANTEN.ID,CILEGON- Tim Satops Patnal Kanwil Kemenkumham Banten menggandeng Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon dan Polres Cilegon menggelar razia gabungan  dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Kelas IIA  Cilegon, Kamis (4/3/2021).

Bersama Polisi Khusus Pemasyarakatan (Polsuspas) Lapas Kelas II A Cilegon, anggota BNNK Cilegon dan Polres Cilegon melakukan pemeriksaan di setiap kamar yang dihuni warga pemasyarakatan binaan (WBA).Dengan teliti, petugas memeriksa tempat pakaian, tas, tumpukan baju dan tempat yang dicurigai dijadikan tempat menyimpan narkoba.

Dalam razia tersebut petugas tidak menemukan narkoba, namun  ada beberapa WBP yang dicurigai langsung menjalani tes urine.

Antisipasi P4GN petugas gabungan melakukan pemeriksaan di salah satu kamar WBP Lapas Kelas II A Cilegon.Foto:ist

Yang menarik, saat melakukan pemeriksaan dan penggeledahan dari beberapa kamar atau blok  WBP petugas gabungan banyak menemukan telepon genggam.

“Dalam razia di setiap kamar tadi, kami  menemukan puluhan telepon genggam, kami langsung mengamankan alat komunikasi itu.Beberapa WBP yang kita curigai juga kita lakukan test urine. Alhamduliilah dari laporan petugas BNN Kota Cilegon hasil test urinnya negatif,” tutur Kalapas Kelas II A Cilegon Erry Taruna DS.

Ditegaskan dia, seluruh  telepon genggam dan barang elektronik lainnya yang ditemukan petugas akan dimusnahkan.

Kedepannya lanjut dia, pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan menurutnya kegiatan seperti ini sangat bagus sebagai upaya deteksi dini dan  penertiban WBP di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Kegiatan razia azia gabungan ini, merupakan tindak lanjut dari kerjasama P4GN yang dijalin bersama dengan para pemangku kepentingan, termasuk BNN dalam upaya P4GN di dalam lembaga pemasyarakatan. Ini komitmen kami,” tegasnya.

“Kami akan selalu berkomitmen penuh terhadap pemberantasan narkoba di dalam Lapas,” ujarnya

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan, Muji Raharjo, dalam sidak juga dibantu oleh personil dari Lapas Serang, Rutan Serang, Bapas Serang.Kegiatan razia bersama ini sebagai  bentuk komitmen untuk mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari peredaran narkoba, juga terbebas dari barang barang yang dilarang dalam lembaga pemasyarakatan..

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BNN Kota Cilegon, Kombes Pol. Jemmy Suantan sangat mengapresiasi  langkah tim Pemasyarakatan Wilayah Banten yang berkomitmen untuk mewujudkan Lapas Bersinar.

“Saya berharap sinergi dan kerjasama dalam pelaksanaan P4GN khususnya di lembaga pemasyarakatan dapat dilaksanakan dengan konsisten dan berkelanjutan demi menuju Lapas Bersinar,” tutupnya.

Telepon Genggam Dilarang di Lapas

Mengacu kepada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara (“Permenkumham 6/2013”).Larangan menggunakan alat elektronik berupa telepon genggam/handphone diatur dalam  Pasal 4 huruf j Permenkumham 6/2013 yang bunyinya: Setiap narapidana atau tahanan dilarang  memiliki, membawa dan/atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya.

Bagi narapida yang melanggar, sanksi yang dapat dijatuhkan terhadap setiap narapidana yang diketahui memiliki, membawa, dan/atau menggunakan handphone diatur dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f Permenkumham 6/2013.

Sanksinya yaitu narapidana dan tahanan yang dijatuhi Hukuman Disiplin tingkat berat jika melakukan pelanggaran memiliki, membawa, atau menggunakan alat komunikasi atau alat elektronik.Adapun Hukuman Disiplin tingkat berat yang dimaksud di atas diuraikan dalam Pasal 9 ayat (4) Permenkumham 6/2013 sebagai berikut :

Hukuman Disiplin tingkat berat, meliputi, memasukkan dalam sel pengasingan selama 6 (enam) hari dan dapat diperpanjang selama 2 (dua) kali 6 (enam) hari;

Tidak mendapatkan hak remisi, cuti mengunjungi keluarga, cuti bersyarat, asimilasi, cuti menjelang bebas, dan pembebasan bersyarat dalam tahun berjalan dan dicatat dalam register F.(oep)

Check Also

Polres Cilegon Bekuk Maling dan Penadah Sepeda Motor Curian

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon, membekuk SA tersangka maling sepeda motor dan SH diduga …

Buka Isolasi Desa Terpencil, PT CAP Bangun Jembatan Gantung di Pandeglang

WONGBANTEN.ID,PANDEGLANG-Berkat jembatan gantung yang dibangun oleh PT Chandra Asri Petrochemical (CAP), warga Desa Tangkilsari, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *