Home / Lingkungan / Petugas Gabungan Karantina Cilegon dan KSKP Merak, Gagalkan Penyeludupan Anak Kucing Hutan
Anak kucing hutan ((Felis bengalensis/prionailurus bengalensis) yang akan diseludupkan ke Bekasi dari Bengkulu.Foto:BKP Cilegon

Petugas Gabungan Karantina Cilegon dan KSKP Merak, Gagalkan Penyeludupan Anak Kucing Hutan

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Petugas gabungan Karantina Pertanian Cilegon dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak, menggagalkan penyeludupan dua ekor burung yaitu  seekor  burung cucak ijo, seekor kenari dan  anak kucing hutan ((Felis bengalensis/prionailurus bengalensis) dari Bengkulu tujuan Bekasi.

Kucing hutan termasuk hewan dilindungi dalam Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya.

Petugas yang melakukan operasi bersama di Pelabuhan Penyeberangan Merak, menemukan binatang  dilindungi tersebut  yang akan diseludupkan itu dari bagasi bus Putra Raflesia asal Bengkulu tujuan Bekasi, Jawa Barat.

“Bersama KSKP Merak kita operasi bersama di Pelabuhan Merak.Kita  temukan 2 ekor burung di bagasi bus dan 1 ekor anak kucing hutan yang tidak dilengkapi sertifikat karantina dan tidak lapor Karantina,” ujar drh Adi Prasetyo.

Menurut Adi, karena tidak memenuhi persyaratan karantina pertanian sesuai pasal 35 UU no 21 tahun 2019 dimana ketiga hewan tersebut tidak dilengkapi Karantina Surat Kesehatan dari daerah asal dan sertifikat kesehatan karantina pertanian dari BKP Lampung, maka ketiga hewan tersebut diamankan sesuai prosedur UU No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Untuk hewan yang termasuk dalam satwa yang dilindungi kita akan koordinasikan dengan pihak BKSDA Banten,” ujarnya.

Kepala Karantina Cilegon drh. Arum Kusnila Dewi menghimbau kepada pengguna jasa karantina agar mematuhi prosedur karantina dengan melengkapi dokumen persyaratan dan melaporkan kepada pejabat karantina untuk dilakukan tindakan karantina, pengawasan dan atau pengendalian.

Arum juga menambahkan Karantina Cilegon akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan instansi di Pelabuhan Merak dan daerah asal terkait pengawasan media pembawa wajib karantina.

“Koordinasi kita bangun dalam sebuah kawasan sinergis antara Karantina Pertanian Cilegon Pelabuhan Penyeberangan Merak,  Karantina Pertanian Lampung wilker Bakauheni, KSKP, ASDP, dan TNI, BKSDA serta instansi terkait di wilayah penyeberangan Merak,” pungkas Arum.(nrl)

Check Also

Inilah Surat Edaran Satgas COVID-19 tentang Peniadaan Mudik Lebaran 2021

WONGBANTEN,ID,JAKARTA-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan …

Dua Tersangka Pengedar 1,152 Kilogram Sabu di Lebak Terancam Hukuman Mati

WONGBANTEN.ID,LEBAK-Satuan Reserse Narkoba Polres Lebak menangkap dua orang pengedar narkotika jenis amphetamine atau sabu  jaringan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *