Home / Banten / Legislator Demokrat Minta Wali Kota Sidak Jalan Rusak di Wilayah Cilegon
Jalan berlubang tidak jauh dari Masjid Sumpah Terate Udik, sudah lama belum diperbaiki/ditambal.Foto:poesaputra-wongbanten.id

Legislator Demokrat Minta Wali Kota Sidak Jalan Rusak di Wilayah Cilegon

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Anggota Komisi II DRPD Kota Cilegon M. Ibrohim Aswadi meminta Wali Kota Cilegon Helldy Agustian melakukan inspeksi mendadak (sidak), untuk melihat kondisi jalan yang rusak di wilayah Cilegon.

Anggota legislatif dari Partai Demokrat itu juga menyarankan, Wali Kota Cilegon segera memerintahkan Dinas PUTR Kota  untuk melakukan pendataan terkait kerusakan pada jalan-jalan  yang menjadi kewenangan Pemkot Cilegon supaya  segera diperbaiki.

“Banyak warga yang mengadu dan mengeluh kepada saya terkait jalan rusak dan berlubang.Kan kasihan masyarakat akibat jalan rusak itu diantaranya berdampaknya terhambatnya laju perekonomian wartga setempat,” terang M Ibrohim Aswadi yang akrab dipanggil MIA, Selasa (9/3/2021).

Hal lain, jalan yang  rusak atau berlubang sangat membahayakan pengguna jalan.Ditambahkan dia, selain kondisi jalan, pihak Pemkot Cilegon juga harus melihat sarana pendukung jalan seperti saluran air atau drainase dan lampu penerangan jalan umum.

Segera Perbaiki

Pantauan wongbanten.id, salah satu jalan yang rusak terdapat di ruas jalan Pangeran Jayakarta, tepatnya di Terate Udik.Tidak jauh dari Masjid Sumpah Terate Udik, para pengendara kendaraan bermotor harus waspada, sebab  jalannya berlubang, kondisi ini sangat membahayakan.

Jalan berlubang di ruas jalan P Jayakarta sampai saat ini belum diperbaiki atau ditambal.Hal ini membahayakan pengguna jalan.Foto:poesaputra-wongbanten.id

“Sudah lama jalan berlubang itu belum dibenerin untuk menutup lubang warga lah yang menimbunnya dengan batu kerikil,” ujar tokoh masyarakat setempat ustadz Afifi.

Diceritakan dia, banyak pengguna jalan terutama para pengendara sepeda motor yang jatuh akibat menghindari lubang.

Sesuai Pasal 24 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Apabila karena kondisi cuaca atau kendala anggaran, masih dapat dilakukan cara lain. Yang penting bisa menjadi perhatian pengguna jalan untuk lebih waspada dan berhati-hati. Karena kalau terjadi kecelakaan lalu lintas, tidak terkena sanksi hukum.

Pasal 24 ayat (2), dalam hal belum dilakukan perbaikan jalan yang rusak, penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan.

Ada ketentuan pidana bagi penyelenggara jalan yang abai terhadap kerusakan jalan sesuai wewenangnya. Pasal 273 UU No.22/2009 menyebutkan setiap penyelenggara jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan kendaraan dipidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda maksimal Rp12 juta.

Kemudian kalau sampai mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta. Jika korban meninggal dunia, dapat dipidana penjara hingga 5 tahun atau denda paling banyak Rp120 juta. Sementara, jika penyelenggaran jalan tidak memberi tanda atau rambu pada jalan rusak dan belum diperbaiki dapat dipidana kurungan penjara hingga 6 bulan atau denda bayar maksimal Rp1,5 juta.(ps)

 

Check Also

Inilah Surat Edaran Satgas COVID-19 tentang Peniadaan Mudik Lebaran 2021

WONGBANTEN,ID,JAKARTA-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan …

Dua Tersangka Pengedar 1,152 Kilogram Sabu di Lebak Terancam Hukuman Mati

WONGBANTEN.ID,LEBAK-Satuan Reserse Narkoba Polres Lebak menangkap dua orang pengedar narkotika jenis amphetamine atau sabu  jaringan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *