Home / Banten / Ditjen Hubdat Tinjau Lokasi Simpang Tiga Gwangyang
Peninjauan lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting untuk mengambil langkah dan kebijakan pada pembangunan Simpang Tiga Gwangyang.Foto:ist

Ditjen Hubdat Tinjau Lokasi Simpang Tiga Gwangyang

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Pemerintah Kota Cilegon berencana membangun persimpangan di Jalan Gwangyang, sebelumnya dikenal  Jalan Bonakarta, yang akan menghubungkan Jalan S.A. Tirtayasa No 25, dan Jalan Pangeran Jayakarta.

Pembangunan persimpangan tersebut  merupakan program pemerintah yang lama namun rekomendasinya  baru terealisasi tahun ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi, usai melakukan peninjauan di lokasi Bonakarta,Senin (22/3/2021).

Dijelaskan dia, dalam peninjauan lapangan untuk mengetahui kondisi eksisting dilapangan melibatkan Korlantas Mabes Polri, Polda Banten, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Banten,  Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR,  Dishub Provinsi Banten, DPUPR Provinsi Banten, Dishub Kota Cilegon, Bappedda Kota Cilegon, DPUTR Kota Cilegon, Polres Cilegon, Subdit Andalin, Dit Lalu Lintas Jalan dan BPTD Wilayah IV Banten.

Menurut Uteng, pemerintah daerah dalam hal ini Dishub Kota Cilegon melakukan analisa dampak lingkungan lalu lintas (Andalalin) terlebih dahulu yang nantinya akan dituangkan dalam dokumen.

“Dalam pembangunan simpang tiga Gwangyang atau Bonakarta nanti akan membuka atau membongkar median jalan  di jalan nasional, nah itu  butuh rekomendasi dari Kementerian PUPR dan Kemenhub  untuk membuka akses ke jalan Gwangyang,” jelas Uteng.

Untuk pembongkaran median jalan sendiri, akan dilakukan setelah mendapat rekomendasi  dari pusat. Nantinya, dari hasil kajian ada beberapa model persimpangan yang akan diterapkan di simpang tiga tersebut,  diantaranya  menggunakan Alat  Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yaitu  lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan, tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross), dan tempat arus lalu lintas lainnya.

Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah. Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan dimaksudkan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok pergerakan kendaraan agar dapat bergerak secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada.

“Hasil kajian itu lebar jalan ke arah Bonakarta itu dua lajur atau sekitar 18 meter kalau dilihat dari lebar jalan itu sangat memungkinankan, tapi kita lihat lagi nanti pergerakan kendaraan karena lokasi ini terlalu dekat juga dengan persimpangan landmark,” jelas Uteng.

Untuk perencanaan dan perekayasaan lalu lintas di Simpang Tiga Gwanyang, Kadishub Kota Cilegon akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu antara para pemangku kepentingan /stakeholder.Dalam rakor tersebut dijalankan dulu apa yang jadi rekomendasi hasil kajian, sambil berjalan dilakukan evaluasi, bila ada yang kurang bisa ditambahkan.

Dari Korlantas Mabes Polri dan Kementerian nanti akan kita bentuk bentuk tim kecil dulu untuk membahas lebh mendetail,” jelasnya.

Rapat pembahasan Simpang Tiga Gwangyang di Pemkot Cilegon.Foto:ist

Saat ditanya, apakah pelaksana pembangunan Simpang Tiga Gwangyang itu pihak Dishub Kota Cilegon, Uteng mengungkapkan pihaknya hanya melakukan Andalalin.

“Kalau pembangunannya itu bukan ranah Dishub lagi, bisa saja yang membangun Perkim atau PUTR.Ranah kami hanya melakukan  kajian dan mengeluarkan rekomendasi dari pusat setelah itu kita serahakan ke yang akan membangun,” jelasnya.

Sementara, Penyusun Bahan Kebijakan pada Dirjen Jalan Kemenhub RI Vircan mengungkapkan, pihaknya masih menunggu kajian dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Alasannya, pihaknya hanya mengatur manajemen rekayasa lalu lintas saja.

“Itukan masih ada kewenangannya BPJN, terkait dengan apa pembangunan fisiknya yah.Di kita hanya terkait masalah manajemen rekayasa lalu lintas,” kata Vircan.

Pihaknya menegaskan, belum bisa memutuskan soal kapan dibukanya rencana pembukaan jalan tembus tersebut.

“Justru itu kalau secara sepihak kami belum bisa memutuskan yah, kan nanti itu tim. Masih ada kelanjutan rapatnya,” tandasnya.(ps)

 

 

 

Check Also

Inilah Surat Edaran Satgas COVID-19 tentang Peniadaan Mudik Lebaran 2021

WONGBANTEN,ID,JAKARTA-Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan …

Dua Tersangka Pengedar 1,152 Kilogram Sabu di Lebak Terancam Hukuman Mati

WONGBANTEN.ID,LEBAK-Satuan Reserse Narkoba Polres Lebak menangkap dua orang pengedar narkotika jenis amphetamine atau sabu  jaringan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *