Home / Banten / Ekspor Perdana Sirup Fruktosa Asal Cilegon ke Vietnam
Petugas Karantina Pertanian Cilegon memperlihatkan high fructose corn syrup (HFCS) atau sirup fruktosa jagung yang akan di ekspor ke negara Vietnam pada Jumat mendatang.Foto:BKP Cilegon

Ekspor Perdana Sirup Fruktosa Asal Cilegon ke Vietnam

WONGBANTEN.ID,CILEGON- Sejalan dengan upaya peningkatan ekspor produk pertanian yang masuk dalam program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menambah ragam komoditas ekspor dengan cara mengolah bahan mentah menjadi produk baru yang bernilai lebih.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilegon melakukan pemeriksaan pada komoditas high fructose corn syrup (HFCS) atau sirup fruktosa jagung yang akan di ekspor ke negara  Vietnam pada Jumat mendatang.

“Kami memberikan apresisasi tinggi kepada eksportir atas inovasi produk turunan jagung yang berbuah ekspor. Selain mendatangkan nilai lebih juga menambah ragam komoditas ekspor dari wilayah Cilegon,” kata Kepala Karantina Pertanian Cilegon  Arum Kusnila Dewi, Selasa (23/3/2021).

Sirup fruktosa ini merupakan produk dari industri pengolahan jagung PT. TFI yang pabriknya di Cilegon. Volume pada ekspor perdana kali ini sebanyak 430 ton dengan nilai Rp2,3 miliar.

Ternyata, industri tersebut selain mengolah sirup fluktosa, juga  rutin mengekspor produk turunan jagung lainnya, seperti tepung jagung, maltodektrine, corn germ, corn gluten feed dan corn gluten meal.

Secara teknis, Sub Koordinator Karantina Tumbuhan Karantina Pertanina Cilegon, Heppy Diati menjelaskan bahwa melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap organisme tumbuhan pengganggu sesuai dengan standar operasiona prosedur serta memastikan jaminan mutu produk yang dilakukan dalam serangkaian tindakan karantina tumbuhan.

“Untuk komoditas ekspor baru ini negara tujuan yakni Vietnam mempersyaratkan dokumen Phytosanitari Certificate atau biasa disebut PC, sedangkan untuk target penyakit tumbuhan tidak ada karena produk masuk dalam resiko yang rendah sebagai media pembawa penyakit tumbuhan”, ujar Heppy

Potensi Pasar Terbuka

Sementara Sales dan Marketing Director PT. TFI Maya Devi mengatakan, ekspor perdana sirup fruktosa ini merupakan jawaban dari rencana perusahaan di tahun 2020 lalu. Diversifikasi produk ini dilakukan untuk memenuhi margin keuntungan dan melihat potensi pasar yang masih terbuka.

Foto:BKP Cilegon

“Untuk kedepan ekspor sirup fruktosa ini akan menjadi ekspor rutin dari perusahaan, kami juga merencanakan untuk mencari pasar baru dari negara lain dan semoga Karantina Pertanian Cilegon selalu mendampingi dalam setiap proses ekspor yang nantinya kami lakukan, ” tambah Maya

Sebagai informasi, Maya menjelaskan sirup jagung tinggi fruktosa atau high fructose corn syrup (HFCS) dalam bahasa Inggris ini merupakan pemanis buatan yang merupakan produk turunan jagung. Sirup jagung tinggi fruktosa ini banyak digunakan sebagai pemanis buatan dalam makanan olahan atau minuman kemasan.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil turut mengapresiasi inovasi pelaku usaha sehingga dapat menjadi ragam komoditas ekspor baru dari Cilegon.

“Baiknya kita tidak mengekspor produk mentah, saat ini Kementerian Pertanian banyak informasi mengenak teknologi inovasi terkait pengolahan hasil pertanian yang bisa menjadi komoditas ekapor. Dan jika kurang modal dapat mengajukan penambahan modal melalui program KUR sektor pertanian,” jelas Jamil.

Kedepan, dengan sinergisitas semua pihak maka ekspor pertanian dapat meningkat dan mendukung pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi yang masih berlangsung saat ini.(ps-rls)

Check Also

Krakatau Steel Berikan Bantuan Sembako dan Beasiswa Prestasi Menjelang HUT Ke-51

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-51 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Senin (9/8) …

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *