Home / Banten / Ramadhan, di Jalan Aat-Rusli Masih Ada Warung Jajakan Minuman Keras
Razia gabungan Satpol PP Kota Cilegon, TNI dan Polres Cilegon yang digelar Jumat malam hingga Sabtu dinihari atau mendekati sahur, menemukan adanya warung yang menjual miras.Sabtu (17/4/2021) dinihari.Foto:ist

Ramadhan, di Jalan Aat-Rusli Masih Ada Warung Jajakan Minuman Keras

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Kesucian bulan puasa  di Cilegon yang berjuluk “Kota Santri”, dinodai dengan masih adanya  sejumlah  warung di sepanjang Jalan Aat-Rusli (JAR) yang menjajakan minuman beralkohol.

Dalam razia gabungan   Satpol PP Kota Cilegon, TNI dan Polres Cilegon yang digelar Jumat malam hingga Sabtu dinihari atau mendekati sahur, petugas menyita  puluhan botol minuman keras (miras) dengan beragam kandungan  kadar alcohol, puluhan liter tuak dari beberapa warung,Sabtu (17/4/2021) dinihari.

“Yang kena razia  ada tiga tempat, dimana mereka menjual  tuak dan miras berbagai jenis dan merk. Selain itu kami juga menemukan miras oplosan (kecut-red),” ungkap Kabid Perundangan-undangan Dinas Satpol PP Cilegon Sofan Maksudi.

Petugas mencatat nama seorang pengunjung wanita yang kedapatan nongkrong di warung Jalan Aat-Rusli, Sabtu (17/4/2021).Foto:Ist

Ditegaskan Sofan, operasi yang dilmulai  pada Jumat malam hingga Sabtu dinihari tersebut dilakukan untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dari gangguan penyakit masyarakat,  terutama peredaran minuman keras.

Dalam operasi gabungan tersebut, sasaran petugas yaitu warung-warung yang diduga kuat   menjadi tempat kongkow  wanita penghibur  sekaligus menjual minuman keras.Hasilnya, ada tiga warung yang kedapatan menjual minuman keras berbagai jenis dan merk hingga minuman keras tradisional maupun miras oplosan.

“Kami menyita miras sebanyak 26 botol, tuak yang masih tersimpan  di ember dan jerigen, kalau yang kecut kita temukan 2 plastik. Karena pas kita datang mereka  pada kabur,” terang Sofan.

Meski Pemkot Cilegon mempunyai Perda  Nomor 5 Tahun 2001 Tentang Pelanggaran kesusilaan,Minuman Keras,Perjudian,Penyalahgunaan Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya dimana  merupakan perbuatan yang bertentangan dengan agama,adat istiadat,ketertiban umum yang berdampak negatif terhadap sendi-sendi kehidupan masyarakat.Namun Satpol PP Kota Cilegon hanya memberikan teguran.

.”Kedepan kalau teguran tidak diindahkan, maka kewenangan PPNS untuk melakukan penutupan dan tindakan-tindakan preventif yustisial. Tipiring atau apa, pembongkaran bisa juga dilakukan oleh penyidik,” tegasnya.

Baca:Meski Dilarang,Penjualan Miras di Cilegon Marak

Satpol PP Kota Cilegon pun berjanji akan terus melakukan operasi di wilayah Kota Cilegon demi menjaga kesucian bulan suci Ramadhan 2021.Operasi akan rutin dilakukan selama bulan puasa, miinimal seminggu dua kali, hal itu demi menjaga masyarakat dari gangguan penyakit masyarakat yang ditimbulkan akibat miras.(nrl)

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang  dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *