Home / Banten / Polres Cilegon Tangkap Pelaku Penjual Surat Keterangan untuk Mudik Aspal di Pelabuhan Merak
Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono memberikan keterangan kepada wartawan terkait pengungkapan penjualan SIKM asli tapi palsu, di aula Mapolres Cilegon, Jumat (28/5).Foto:poesaputra-wongbanten.id

Polres Cilegon Tangkap Pelaku Penjual Surat Keterangan untuk Mudik Aspal di Pelabuhan Merak

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Situasi arus mudik Lebaran 2021 ditengah pandemi Covid-19 di Pelabuhan Penyeberangan Merak, ternyata dimanfaatkan oleh PP alias Junta (41) dengan menjual surat keterangan ijin keluar masuk (SIKM) asli tapi  palsu (aspal) kepada para pemudik  sebagai syarat untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Modus tersangka pelaku yang tinggal di Lingkungan Bujanggadung Wetan, Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol itu  dengan cara menjual  foto copy surat keterangan sakit milik orang lain. dengan   mengganti tanggal surat.

“Selama pelaksanaan operasi  pengamanan arus mudik Lebaran 2021, di Pelabuhan Penyeberangan Merak tidak semua pemudik bisa menyeberang, kecuali pemudik yang membawa  surat keterangan sesuai SE Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021,” ujar Kapolres Cilegon Sigit Haryono dalam konferensi pers pengungkapan kasus pemalsuan surat jalan perjalanan mudik di aula Mapolres Cilegon, Jumat (28/5/2021).

Dijelaskan Sigit, pada tanggal 15 Mei 2021 lalu pukul 17.00 WIB, tim Satgas Penegakan Hukum Operasi Ketupat Maung 2021, memperoleh informasi  adanya penjualan surat keterangan palsu sebagai syarat bagi para pemudik bisa menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni.

“Tersangka ditangkap saat menjual surat ijin tersebut kepada pemudik di area parkir Indomart,” jelasnya.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono memperlihatkan barang bukti SIKM asli tapi palsu.Foto:poesaputra-wongbanten.id

Dari tangan pelaku,  petugas menyita  empat lembar fotocopy surat keterangan atas nama  Nanda Saputra yang dikeluarkan dari Kampung Nyukang Harjo, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, tertanggal 12 Mei 2021. Dua lembar fotocopy surat keterangan atas nama Nanda Saputra yang dirubah tanggalnya menggunakan  tip-ex, menjadi tanggal 15 (lima belas) menggunakan pulpen.

Selain itu polisi juga menyita  uang tunai Rp200 ribu, satu buah correction pen merk kenko warna merah dan satu buah pulpen.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 263 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.(ps)

Check Also

Harapan Wagub Banten:Target Saber Pungli, Pelayanan Publik dan Cegah Korupsi

WONGBANTEN.ID,SERANG– Guna memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien serta mencegah terjadinya tindak  korupsi di …

Cegah Penyebaran Covid-19,Polres Cilegon Terapkan Protokol Kesehatan

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Kota Cilegon saat ini masuk kategori penyebaran virus corona  sedang atau zona oranye. Di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *