Home / Banten / Ulama Sepuh Banten Dukung Kajati Banten Segera Menindak Penilap Dana Hibah Ponpes
Kajati Asep Nana Mulyana, menerima para ulama besar Banten,Selasa (8/6).Para ulama sepuh meminta Kajati untuk mengambil langkah dan segera menindak para oknum yang terlibat dugaan tindak pidana korupsi bantuan hibah Pemprov Banten untuk ponpes.Foto:Dok ALLIP

Ulama Sepuh Banten Dukung Kajati Banten Segera Menindak Penilap Dana Hibah Ponpes

WONGBANTEN.ID,SERANG-Menyikapi perkembangan situasi yang terjadi di Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Banten, yang sedang menangani kasus dugaan korupsi dana hibah untuk pondok pesantren dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang membuat geger, membuat para ulama besar Banten turun gunung.

Para  ulama sepuh terdiri dari  Abuya Muhtadi Dimyati, KH Embay Mulya Syarief, KH Matin Syarqowi, KH Sonhaji, KH Yusuf Mubarok, KH Sadeli, KH Munawar Halili, KH Asep Athoillah dan Direktur Aliansi  Independen Peduli Publik (ALLIP), Uday Suhada Uday Suhada pelapor kasus dugaan korupsi sebesar dana hibah untuk pondok pesantren yang bersumber dari dana APBD TA 2018 sebesar Rp66 miliar, TA  2020 sebesar Rp117 miliar, mendatangi kantor Kejati Banten, Selasa, (8/6/2021).

Kedatangan para ulama besar itu disambut langsung Kajati Asep Nana Mulyana, usai mereka melaksanakan salat dzuhur berjamaah di masjid Al-Mizan komplek Kejati Banten.

Baca:KH Embay :Dukung Penuh Kejati dan Polda Banten Usut Tuntas Korupsi Dana Hibah Ponpes

Dalam pertemuan bersama Kajati Banten, para ulama kharismatik itu menyampaikan beberapa hal, terkait dugaan korupsi dana hibah yang saat ini sedang ditangani.

Menurut KH Matin Syarqowi  tindak pidana korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Karenanya harus diperangi bersama

“Perkara yang dilaporkan ALIPP harus dituntaskan oleh aparat penegak hukum tanpa tebang pilih, siapapun yang terlibat. Sehingga kedepan perhatian dari pemerintah terhadap pondok pesantren tersalurkan secara utuh, tanpa potongan dan manipulasi,” tegas Ketua Umum Majelis Pondok Pesantren Salafiyah itu.

Para ulama, lanjut dia mendukung sepenuhnya Kajati dan jajarannya di Kejati Banten untuk mengambil langkah dan segera menindak para oknum yang terlibat.

Dihadapan Kajati, KH Matin Syarqowi menyatakan turut menjamin bahwa Banten akan tetap kondusif ketika Kejati Banten menegakkan hukum.

“Kami menghimbau kepada seluruh elemen pimpinan pondok pesantren dan masyarakat Banten agar tidak mudah terprovokasi oleh upaya-upaya yang dilakukan oleh para oknum yang ingin mengadu domba, menebar fitnah. Mari kita hormati dan dukung sepenuhnya pihak Kejati Banten dalam menangani perkara ini hingga tuntas,” himbau dia.

Kajati Jamin Pimpinan Ponpes Penerima Hibah

Kajati Banten, Asep Nana Mulyana yang didampingi Wakajati Ricardo Sitinjak dan AsIntel Adiyaksa Darma Yulianto, menyambut gembira kedatangan para ulama Banten.

“Saya berterima kasih atas support dan doa dari para Ulama Banten. Tadi Abuya Muhtadi Dimyati langsung yang memimpin do’a untuk kami di Kejati, agar dikuatkan dan konsisten dalam menjalankan kewajiban kami, khususnya untuk memproses kasus dugaan korupsi dana hibah untuk pondok pesantren.” ungkap Asep Nana Mulyana.

“Saya ingin tegaskan pula disini bahwa kami menjamin tidak akan mengorbankan para pimpinan ponpes penerima dana hibah. Sebab mereka adalah pihak yang dikorbankan oleh segelintir oknum yang terlibat.” pungkas  Asep.(ps/rls)

Check Also

Harapan Wagub Banten:Target Saber Pungli, Pelayanan Publik dan Cegah Korupsi

WONGBANTEN.ID,SERANG– Guna memberikan pelayanan publik yang efektif dan efisien serta mencegah terjadinya tindak  korupsi di …

Cegah Penyebaran Covid-19,Polres Cilegon Terapkan Protokol Kesehatan

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Kota Cilegon saat ini masuk kategori penyebaran virus corona  sedang atau zona oranye. Di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *