Home / Banten / Ada 18 Paket Sabu dan 3 Ponsel di Lapas Cilegon,Kanwil Kemenkumham Banten Selidiki Keterlibatan Petugas
Lapas Kelas IIA Cilegon.Foto:poesaputra-wongbanten.id

Ada 18 Paket Sabu dan 3 Ponsel di Lapas Cilegon,Kanwil Kemenkumham Banten Selidiki Keterlibatan Petugas

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Banten, akan melakukan investigasi terkait ditemukannya 18 paket  narkotika jenis amphetamine atau sabu serta 3 telepon genggam  dari kamar CSWN dan UCN, keduanya warga Nigeria dan Nd warga Indonesia yang menjadi pengendali peredaran sabu jaringan Timur Tengah.

Di Lapas Kelas II Cilegon, ketiga napi tersebut menghuni kamar di blok c, tempat narapidana kasus narkotika.

Dua napi warga negara Nigeria tersebut, ternyata otak pengedali peredaran sabu jaringan Timur Tengah. Hal itu disampaikan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo  bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Petrus Reinhard Golose dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, saat jumpa pers  terkait pengungkapan peredaran sabu jaringan Timur Tengah dengan  barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 1,1 ton  di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin pagi.

Baca:Napi Nigeria Kendalikan Bisnis Sabu Jaringan Timur Tengah dari Lapas Cilegon

“Kami  saat ini sedang menyelidiki dan mendalami apakah ada oknum pegawai di Lapas Cilegon  yang bermain  sehingga barang yang dilarang masuk bisa lolos,” jelas Kepala Kanwil Kemenkumham Banten Agus Toyib, saat berada di Lapas Kelas II Cilegon, Selasa (15/6/2021).

Dalam kesempatan itu, Agus  memerintahkan Kalapas Cilegon dan jajarannya untuk mencari  oknum  petugas yang berkhianat membantu napi memasukan barang terlarang masuk kedalam lapas.Modus memasukan barang  kedalam  lanjut dia,  bisa menggunakan berbagai cara, salah satunya  melalui petugas.

“Meski petugas kami di lapas yang melakukan penjagaan dan pengawasan tidak seimbang jumlahnya dengan narapida yang harus diawasi, bukan berarti tidak ada pengawasan.Bisa saja petugas kecolongan,” ujarnya.

Menurut dia, personel di Lapas Kelas II A Cilegon yang bertugas mengawasi dan menjaga keamanan sebanyak 6 orang, mereka harus mengawasi sekitar 1.600 napi.

Diterangkannya, pada masa pendemi covid-19 ini, lapas  tidak menerima kunjungan secara langsung, namun pengiriman barang untuk para pesakitan setiap harinya terus ada.Ini menurut Agus yang harus menjadi perhatian petugas dalam memeriksa setiap kiriman.

“Kecekatan, kejelian petugas dalam memeriksa barang-barang kiriman untuk narapidana harus jadi perhatian petugas.Bisa saja barang terlarang  tersebut dimasukan di dalam barang kiriman, seperti dimasukan kedalam makanan, rokok bahkan di dalam  tahu goreng bisa diisi sabu, bisa berbagai cara,” jelasnya.

Baca:Ditemukan 18 Paket Sabu, 3 Ponsel Napi Milik Pengendali Jaringan Narkoba di Lapas Cilegon, Bagaimana Bisa?

Pihak Kanwil Kemenkmham Banten, secara intensif masih menyelidiki  penemuan 18 paket  sabu  dan 3 ponsel di kamar narapidana pengendali peredaran sabu jaringan Timur Tengah itu.Masuknya barang terlarang itu kedalam lapas apakah  diseludupkan melalui makanan/kiriman barang  atau ada bantuan dari oknum petugas.

“Berkaca dari kasus ini, kami kanwil Banten dan divisi pemasyarakatan akan lebih meningkatkan pembinaan untuk penguatan jajaran, agar lebih intensif dalam melakukan pengawasan, penertiban dan pemeriksaan barang-barang yang dikirim,” tutupnya.(ps)

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang  dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *