Home / Banten / Belanja Belasan Juta,Pedagang “Gigit Jari” CFD Batal Digelar Hari Minggu
CFD di sepanjang jalan Yasin Beji sebelum pandemi corona virus. Foto:zia ardhi twitter

Belanja Belasan Juta,Pedagang “Gigit Jari” CFD Batal Digelar Hari Minggu

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Dibatalkannya car free day (CFD) oleh Pemkot Cilegon melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Cilegon,Jumat (18/6/2021), membuat para pedagang  yang akan berjualan  di arena CFD yang akan di buka hari Minggu (20/6/2021) di sepanjang Jalan Yasin Beji, terpaksa gigit jari.

Sebelum mendapat pemberitahuan resmi dari Disdagin, ternyata para pedagang sudah mengetahui CFD dibatalkan dari wartawan.

“Sebelumnya, kami sudah mengetahui CFD yang akan di buka hari Minggu nanti  dibatalkan dari wartawan yang menghubungi saya menanyakan benar atau tidak CFD dibatalkan, bukan dari Satgas Covid-19 atau pemerintah.Ternyata hari ini benar dibatalkan saat rapat bersama Disdagin Kota Cilegon, “ ujar salah seorang pelaku usaha mikro  kecil menengah (UMKM) yang biasa berjualan di arena CFD,Jumat (18/6/2021).

Baca:Car Free Day Dibatalkan, Pemkot Minta Maaf kepada Pedagang

Dia menceritakan, bagaimana ratusan pedagang seperti dirinya bersabar menyambut gembira arena CFD akan dibuka kembali pada hari Minggu 20 Juni 2021.Setelah, beberapa bulan mereka tidak berdagang di hari Minggu karena pandemic Covid-19.

Banyak pedagang lanjut dia yang mempersiapkan dagangannya, malah ada yang menambah stok barang jualannya.

“Saya sendiri sudah belanja barang untuk stok nanti dagang disana, belanja  habis  sekitar enam belas juta rupiah,” akunya.

Namun, ternyata harapan untuk meraup untung dari berjualan di arena CFD hilang dengan dibatalkannya kegiatan yang berlangsung setiap hari Minggu itu.

Baca:Cilegon Zona Oranye, Pemkot Akan Gelar Car Free Day Meski Disposisi Wali Kota Belum Ada

Dia pun menambahkan, para pedagang sudah mempersiapkan protokol kesehatan sesuai dengan arahan pemerintah. Seluruh pedagang pun sudah diberitahu supaya nanti dalam pelaksanaannya melakukan prokes secara ketat.

“Pengelola juga meyiapkan peralatan prokes, pedagang diberlakukan ganjil genap, jarak antar pedagang 2 meter.Spanduk himbauan prokes sudah kami cetak dan disiapkan di pasang di sepanjang arena CFD untuk hari Minggu nanti, tapi kenyataan berkata lain,” ujarnya dengan nada sedih.

Yang lain  tetap buka

Yang menjadi pertanyan para pedagang, kenapa aktivitas para pedagang di tempat lain seperti di bundaran perumnas, pusat perbelanjaan dan mini market di masa pandemi ini   diijinkan tetap beroperasi.

“Sementara kita minta ijin berdagang setiap minggu , dengan waktu empat jam kurang lebih kok susah sekali untuk dapat ijinnya?,” ujarnya dengan nada tanya.(ps)

Check Also

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Gubernur WH : Kota Serang Etalase dan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berharap Kota Serang tumbuh menjadi etalase dan Pusat Pemerintahan Provinsi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *