Home / Banten / Langgar PPKM Darurat dan Kelebihan Muatan, 7 Truk Pengangkut Pasir Ditindak Dishub Cilegon
Tim gabungan PPKM Darurat Covid-19 yang sedang melaksakan patroli di Jalan Aat-Rusli, Minggu dinihari (11/7/2021), memergoki tujuh unit truk pengangkut pasir yang sedang berhenti di pinggir jalan.Ketujuh kendaraan itu berhenti untuk meniriskan air dari pasir yang diangkutnya.Foto:ist

Langgar PPKM Darurat dan Kelebihan Muatan, 7 Truk Pengangkut Pasir Ditindak Dishub Cilegon

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim gabungan PPKM Darurat Covid-19 yang sedang melaksakan patroli di Jalan Aat-Rusli, Minggu dinihari (11/7/2021), memergoki tujuh unit truk pengangkut pasir yang  sedang berhenti di pinggir jalan.Ketujuh kendaraan itu berhenti untuk meniriskan air dari pasir yang diangkutnya.

Banyaknya kendaraan pengangkut pasir dari sejumlah galian yang berhenti di Jalan Aat-Rusli, dituding sebagai salah satu penyebab sering rusaknya  beton di jalan yang masuk kategori kelas tiga itu. Dimana jalan tersebut hanya dapat dilalui  kendaraan yang beratnya atau sumbu as nya  delapan ton.

Di lokasi, rembesan air yang berasal dari bak truk yang dipenuhi pasir, membuat tempat tersebut becek.Ha itu membahayakan pengguna jalan lainnya terutama para pengtendara sepeda motor, karena jalan menjadi licin.

Petugas gabungan dari Dishub dan Tim Jawara Sat Sabhara Polres Cilegon, kemudian menggiring ke tujuh truk itu ke kantor Dishub Kota Cilegon.

Menurut Kabid LLAJ Dishub Kota Cilegon Hendra Pradipta yang ikut dalam patroli PPKM Darurat,  ketujuh unit truk pengangkut pasir tersebut berasal dari Tangerang, Bogor dan Jakarta.Saat diperiksa kelengkapan surat-suratnya oleh petugas, ternyata surat kir semua kendaraaan tersebut  sudah mati atau sudah habis masa berlakunya.

Selain itu, ketujuh truk itu melebihi batas muatan dan tonase atau over dimensi overload (ODOL).

“Sanksinya kita melakukan tindakan langsung (tilang) atas pelanggaran tersebut, kami juga meminta mereka mengurus surat kir nya,” jelas Hendra.

Modus

Untuk meringankan muatan pasir yang masih ada kandungan airnya, biasanya modus para pengemudi truk tersebut menghentikan kendaraannya di bahu jalan.Para pengemudi lalu menunggu di warung yang banyak berdiri di sepanjang Jalan Aat- Rusli.

Padahal ungkap Hendra, tindakan tersebut menyalahi aturan, selain mereka parkir lama dibahu jalan yang membahayakan pengguna jalan lainnya, rembesan air bercampur pasir menggenang di badan jalan.

Hal lain kata dia, mereka juga melanggar PPKM Darurat mengenai pembatasan aktivitas warga.

“Mereka sengaja berhenti untuk makan atau minum,  sambil menunggu air dari pasir di dalam bak truk merembes ke jalan.Kemudian, di  aturan PPKM tidak boleh makan di tempat, tapi mereka masih melanggar juga,” katanya.

Pihak Dinas Perhubungan Kota Cilegon sendiri sudah berulang kali melakukan penindakan kepada para pengemudi truk  angkutan pasir yang kedapatan berhenti di bahu jalan.(ps)

Check Also

Krakatau Steel Berikan Bantuan Sembako dan Beasiswa Prestasi Menjelang HUT Ke-51

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Menjelang Hari Ulang Tahun Ke-51 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada Senin (9/8) …

520 Masyarakat Maritim Menerima Vaksin Covid-19

WONGBANTEN.ID, CILEGON. Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 terus digalakkan oleh pemerintah, salahsatunya dengan melakukan serbuan vaksinasi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *