Home / Banten / Diperpanjang Lagi,Tak Jelas Biaya yang Akan Ditanggung Pemkot Cilegon Akibat Dampak PPKM Darurat
Salah satu Posko PPKM Mikro Covid-19 di RW 04 KelurahanWarnasari.Foto:ist

Diperpanjang Lagi,Tak Jelas Biaya yang Akan Ditanggung Pemkot Cilegon Akibat Dampak PPKM Darurat

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Wali Kota Cilegon melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal) Cilegon Nomor 360/Kep.173-BPBD/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat Kota Cilegon, kembali memperpanjang PPKM  selama 5 hari, terhitung sejak tanggal 21-25 Juli 2021.

Dalam Kepwal yang ditetapkan dan  ditandatangai  Wali Kota Cilegon Helldy Agustian, Rabu 21 Juli 2021, dalam keputusan poin enam Kepwal Nomor 360/ Kep.173-BPBD/2021,disebutkan biaya yang timbul akibat pelaksanaan PPKM, dibebankan kepada APBD  Kota Cilegon dan sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak mengikat.

Namun, tidak dijelaskan dalam keputusan wali kota itu, dampak apa saja  yang akan dibiayai atau dibebankan oleh Pemkot Cilegon.

Saat pemberlakukan PPKM Darurat Covid-19 Jawa-Bali yang diberlakukan mulai tanggal 3-20 Juli 2021, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian pun tidak secara rinci menjelaskan mengenai biaya yang timbul akibat pelaksanaan PPKM, dibebankan kepada APBD  Kota Cilegon dan sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak mengikat.

“Dalam PPKM itu kan  mulai dari kelurahan sampai kecamatan sudah ada dana untuk apa namanya Covid-19 ini ya,” jelasnya singkat.

Catatan wongbanten.id, bantuan akibat Covid-19 di Kota Cilegon, selama PPKM Darurat Covid-19 Jawa-Bali yang berakhir tanggal 20 Juli 2021, hanya  diberikan kepada para penderita positif Covid-19 yang menjalani isolai mandiri, itupun berdasarkan kepala keluarga bukan masing-masing penderita.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor:460/663/DINSOS/2021, bantuan bahan makanan berupa paket dari buffer stock terdiri dari, beras 5 kilogram, mie instan 10 bungkus, sarden 155 gram dua kaleng dan kecap 135 mililiter  sebanyak 2 botol, akan diterima oleh keluarga yang menjalani isolasi mandiri.

Bagi wilayah RT atau RW yang masuk zona merah, diminta  meniadakan kegiatan sosial  kemasyarakatan yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

Selain itu, membatasi akses keluar masuk wilayah RT/RW yang dimulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB.

Hanya masker dan spanduk

Dalam PPKM Darurat Covid-19, di wilayah Kota Cilegon dibentuk posko PPKM tingkat RW, dimana dalam pelaksaannya selama 15 hari,  masing-masing posko  oleh Pemkot Cilegon difasilitasi tenda, makan minum bagi petugas satgas dan spanduk propaganda.

“Kami hanya menerima selembar spanduk dan 100 masker kain, sejak berdiri sampai ditutup dan diperpanjang lagi PPKM, tidak ada kiriman makan minum bagi petugas satgas di posko,” ujar Ketua RW O4 Kelurahan Warnasari, Muhidin.

Malah dia mengatakan, untuk kopi dai posko terpaksa mengeluarkan uang pribadi dan uang kas.(ps)

 

Check Also

Melawan Saat Ditangkap, 2 Maling Truk Ditembak Kakinya

WONGBANTEN.ID,CILEGON– Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Cilegon, Polda Banten menembak dua orang anggota anggota sindikat …

Peringati Harlah ke-23, PKB Cilegon Bagi Sembako ke Anak Yatim Piatu dan Warga Terdampak Covid-19

WONGBANTEN.ID,CILEGON-Hari ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menginjak umur ke-23.Peringatan hari lahir (Harlah) partai yang  dideklarasikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *