Home / Banten / Budaya Banten Dalam Genggaman, KBB Luncurkan Kamus Digital 

Budaya Banten Dalam Genggaman, KBB Luncurkan Kamus Digital 

WONGBANTEN.ID, Serang- Kantor Bahasa Banten (KBB) meluncurkan kamus budaya Baduy dalam bentuk aplikasi yang mudah diakses melalui handphone.

Salah satu Tim Pengembang Aplikasi dari KBB, Hendri Gunawan, mengungkapkan bahwa kamus ini menyimpan 529 kosa kata budaya, dan bahasa sehari-hari masyarakat adat Baduy.

“Melalui bahasa kita bisa mengenal budaya di Baduy. Tidak semua orang mengenal bahasa Baduy. Maka kami meluncurkan kamus ini gua mempermudah masyarakat agar mengenal (Baduy-red) dari sisi bahasa,” kata Hendri ditemui disela-sela kegiatan peluncuran Aplikasi Kamus Budaya Baduy di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu (29/09/21).

Hendri menjelaskan, untuk mengakses aplikasi kamus ini, masyarakat dapat mendownloadnya melalui Play Store. Bagi pengguna IOS harus menunggu sebab masih dalam pengembangan.

Setelah didownload dan terinstall, langkah awal adalah membuat akun. Kemudian aplikasi dapat digunakan.

Di dalam kamus, kata Hendri, terdapat 529 kosa kata budaya dan bahasa sehari-hari masyarakat Baduy. Dirinya menyadari bahwa kosa kata di masyarakat sangat banyak. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat yang mengetahui kosa kata Baduy untuk bisa berpartisipasi melengkapi kosa kata yang ada di kamus.

“Di aplikasi itu ada kolom penambahan kosa kata. Masyarakat bisa mengajukan kosa kata dan di entry. Nanti, kami lihat dan approv,” sambungnya.

Selain melalui handphone, kamus ini juga dapat diakses melalui laman https://kamusbudayabaduy.kemdikbud.go.id/. Kedepan, Hendri berharap dapat mengembangkan kamus bahasa lain di Provinsi Banten.

“Kamus ini pengembangan kedua setelah bahasa Jawa Banten. Dalam waktu dekat kamus bahasa Lampung Cikoneng, Melayu Betawi, dan Cina Benteng Tanggerang juga akan kami luncurkan,” tambahnya.

Di lokasi yang sama, Kepala KBB, Halimi Hadibrata mengatakan bahwa pengembangan kamus ini salah satu bentuk dukungan kepada dunia pariwisata.

Menurutnya, melalui kamus, masyarakat bisa melakukan wisata pendidikan guna memahami lebih dalam nilai budaya. Kosa kata yang dipakai di dalam kamus adalah murni digunakan sedangkan penjelasannya menggunakan bahasa indonesia.

“Seperti wisata pendidikan, yah untuk memahami lebih dalam nilai budaya masyarakat Baduy,” terangnya. (RZ)

Check Also

Raih Juara 2 Nasional, Duta Bahasa Banten Sowan ke Wakil Gubernur Banten

WONGBANTEN.ID, SERANG – Duta Bahasa Provinsi Banten, Abdillah El Habib dan Veronica, mengunjungi Wakil Gubernur …

Lantik Warek II dan III, Rektor UNMA Banten: Jabatan Itu Amanah, Bukan Hak

PANDEGLANG – Rektor Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA), Prof. Sybli Sardjaya melantik dua Wakil Rektor (Warek) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *